Ready Stock Hurun 'Inn!! :D

Assalamualaikum Ukhti! :)
 Ready stock Jilbab Hurun 'Inn 125 x 125 cm
+Bahan wolvis motif
+Tidak terawang
+Tidak perlu dilapis
hanya tersedia 12pcs dalam 3 pilihan warna
Rp. 65.000
eiiits...
diskon 23% jadi Rp50.000
Buruan diorder ,sebelum kehabisan!
Bisa ongkir, bisa ketemu langsung utk daerah Depok
Cp: 06567643902

Jilbab Hurun 'Inn


Info Pemesanan 
twitter : @jilbab_huruninn
page facebook: Jilbab Hurun 'Inn

Pemesanan: 
sms/whatsapp: 08567643902
format: nama_banyak_warna_domisili
















Maidany - Jangan Jatuh Cinta tapi Bangun Cinta

Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini

Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu

Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam

Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan

Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam 

E.n.g.k.a.u = H.a.m.o.e.z.i

Dini hari,
Kuulas senyum terbaikku.
mengamati perlahan sajak milikmu.
Kau tak akan pernah tahu seberapa aku peduli
sepenggal kisah yang belum kembali.
Juga tentang harapan
dirimu, pasti.


2014

1. Aku= Dia, 2. Dia.

Hei, ada apa dengan hati?
Sudahkah kamu penuhi hak-haknya?
Sudahkah kamu beri ruang untuk Rabbmu di sana?
Atau hanya kau penuhi dengan bunga-bunga dunia yang kamu banggakan?
Hei, kapankah kamu merasa setenang bidadari?
Sedang kamu tak mengharapkan nikmat dunia berlebihan?
Harus ke mana kamu menemukan jalan yang pernah kamu lewati itu?
Jalan panjang  yang lurus dan nyaman.
Kamu tidak akan menemukan musuh-musuh yang mengintai satu pun.
Ya, karena kamu telah menang sebelum bertanding dengan mereka.
Kamu telah mengalahkan nafsumu atas dunia.
Ya, dulu.
Kini, ke manakah rasa aman itu?
Ketenangan yang abadi telah sedikit tergantikan dengan dunia.
Ah ya, betapa dunia itu melenakan.
Bahkan hingga hatimu. Tertipu.
Kamu memenangkannya. Dengan caramu.
Cara yang menyakiti orang lain.
Kamu puji yang lain, sedang kau luput atas saudaramu di sini.
Ya, menangis karena merasa berdosa.
Itu yang temanmu lakukan.
Kamu menyakiti hatinya.
Perasaannya.
Aku tahu kamu tak ingin menyakiti hatinya.
Menyakiti hati yang kau ‘cintai’ itu.
Karena aku tahu kenyataan rasa di hatimu.
Kau yang mengatakannya, juga terpancar dari wajahmu yang merona.
Kata-katamu yang mencoba bersembunyi dari ‘rasa’ nyata itu.
Kamu maki dia dengan kosakata yang sangat ‘halus’.
Kamu lakukan itu di depan forum yang amat dicintainya.
Padahal sungguh dia hanya mencoba peduli pada ‘mereka’.
Kamu membelanya. Dengan menyakiti saudaramu di sini.
Kamu lebih mencintainya dibandingkan saudaramu yang di sini.

Kamu lebih mencintainya, hingga lupa dengan yang di sini…


BA dan EMS yang Baik Hati

Tiba-tiba cinta datang kepadaku. Saat kumulai mengerti cinta..
tiba-tiba cinta datang kepadaku, kuharap dia rasakan yang sama...

eiittss salah playlist. haha
oke, di sini cuma mau ngeluarin pemikiran aja. #halah
maksudnya mau nulis puisi gitu. oke, check it out!

"Dan kamu tepaku saat ada namanya dalam daftar
 bagimu itu sesuatu yang tidak asing
 lalu kamu melihatku terduduk kaku
 menerima telapak tanganmu yang terbuka bersiap
 tanpa sadar, kamu yang terus memulainya.
 Meniatkan dalam diri suatu kebaikan yang memberi arti
 aku terkesiap, kaget atas kejutanmu.
 kejutan yang kamu buat bersama orang lain
 untuk aku yang menunggu
 satu, dari kamu."

Jazakumullah ahsanal jazaa kepada BA dan EMS yang sudah meniatkan hal tersebut. :)

Unpredictable!

Namanya sudah cukup menggambarkan status yang disandang olehnya.
Seorang anak yang sangat mencinta
Aku terlalu kagum dibuatnya
Hingga terlupa bahwa kami setara
      Dunia memang tak pernah sama
      Amanah yang diberikanpun tak pernah salah memilih
      Siapa yang sangka akan menjadi lagi?
      Di luar skenario, kau dan aku menyulam kembali kisah 'kita'
Ternyata memang,
Akan ada yang semakin terselimuti
Aku, kamu, mereka, bahkan di luar naskah ini
Mungkin saja tersenyum geli
Melihat jalannya kepercayaan yang hinggap
Siapa yang sangka?
Aku yang tak memilih ternyata terpilih.
Bahkan untuk sesuatu yang lebih asing dari yang aku anggap asing.
      kau bicara lagi,
      Allah tak pernah memberikan amanah pada orang yang salah.
      kau benar, mari kita lanjutkan sulaman yang sempat terhenti itu!

Di kelas. Beside pujangga = Ratih Rahayu.

Ingat tentang janjiku dulu
Malu sekali terhadap satu karya itu
Ah, aku ini bukan pujangga
Karena aku tidak bisa berpuisi
dan juga sepuitis para pujangga
Aku ingin. Tapi, terlalu banyak tapi di sini.
Aku ingin mengulang tentang pembahasan. ekonomi?
Aku bimbang atas yang terjadi
Aku cinta di tempat ini.
Tempat para pujangga berkarya dan beraksi
ah, tapi sekali lagi, berapa banyak kata tapi yang harus kukatakan
Mampukah aku menjadi layaknya mereka yang tanpa tapi?
Ah, lagi-lagi.

Biarkan Aku.

saat cinta ini tumbuh kembali,
aku tidak ingin ia menghilang lagi.
biarlah aku terus merasakan rasa ini
walau tanpa ujung.
biarkan aku terus mencintainya
sebagaimana Allah mencintainya.
biarkan aku semakin mencintainya
dalam rindu yang kian membara.
biarkan aku yang seperti ini.
biarkan aku terus mencintainya.
dan biarkan aku selalu berkeinginan
menemuinya di suatu saat nanti.
biarkan aku yang terus dan selalu mengaguminya
meski hanya dalam kumpulan kata.
biarkan aku bercita-cita
bertemu dengannya.
dan biarkan aku menjadi insan yang baik,
agar aku dapat bersua
dengan Tuhannya yang juga Tuhanku.
Dan biarlah aku terus bersungguh dengan cita-citaku.
untuk mengakhiri penantian
dan rindu yang telah terpendam sejak dahulu.
sebuah ujung penantian
untuk bertemu denganmu
yaa Rasulullah.

Kata yang Tertahan (?)

     Pagi. Tampaknya hujan bahagia sekali di pagi ini. Tak menunggu lama selepas subuh ia telah menampakkan suaranya. Sementara malam telah lama berlalu. Mengakhiri penantian atas sebuah kata-kata. Dan, yang terjadi kini adalah bunyi rintik air yang turun dari langit. Orang lain bisa tenang memandang hujan. Aku selalu senang saat hujan turun. Hanya saja ada yang terlewatkan. Mungkin bunyi hujan sedikit tergesa, karena memaksa air yang baru turun dari langit untuk segera tiba di tanah. Mungkin juga karena ternyata hujan terjadi di pagi hari. Yang berarti hari telah berganti.


#Salam------- (1)

Aku masih ingat perkenalan kita. Aku selalu menganggapnya sebagai cerita yang menarik. Ini tentang seorang akhwat yang kini sedang aktif-aktifnya di lembaga da'wah fakultas di universitas ternama di Jakarta.
Hari ini aku untuk pertama kali melihat rupa wajahnya. Ia yang lugu, polos dan sedikit pemalu. Hari ini ia memakai jilbab berwarna merah marun dengan jas almamater hitam. Untuk pertama kali juga aku menjejakkan kaki di kampusnya. Biasanya aku hanya mengisi waktu bersilaturrahim sebentar di masjid utama kampus ini, bukan ke fakultasnya.
Sekitar jam setengah tiga aku sampai di fakultasnya. Fakultas dengan warna makara putih. setelah kuparkir motor, aku langsung bergegas ke gedung tempat ia berada. Mungkinkah ia sudah menantikan kedatanganku? segalanya berjalan begitu saja. Aku yang diperkenalkan dengan sosoknya melalui kawan dekatku. Segala obrolan dan visi misi telah kami sampaikan satu sama lain. Secara garis besar aku sudah mengetahui latar belakang pendidikannya, juga tentang keluarganya. Namun percakapan itu hanya melalui teman kami dan hanya sebatas itu saja.
Kedatanganku ke kampusnya bukan semata ingin bertemu dengannya, kebetulan aku juga telah berjanji pada seorang teman untuk datang berkunjung ke sini. Dan bertepatan dengan acara fakultasnya. Dalam hati aku selalu berharap semoga niat ini tetap suci karena Allah, dan semoga Allah mempermudah setiap jalanku.
Kulangkahkan kakiku memasuki gedung itu. Ya, gedung yang kau instruksikan agar aku tidak tersasar di kampus putihmu ini. Padat. Ramai sekali antriannya. Aku tidak bisa bertemu denganmu jika terus ramai seperti ini. Akhirnya aku menyerah dan memilih untuk mengantri meskipun aku tepat berada di barisan terakhir antrian. Aku coba menelponmu, khawatir juga mengganggumu yang sudah lebih dahulu sibuk menikmati acara hari ini. Aku coba kirim pesan singkat ke nomormu. Sedikit lega karena kau membalasnya meski hanya dengan kata " tunggu ya" aku coba menelponmu lagi. Kali ini kamu angkat. Kamu mengatakan situasi di dalam sangat ramai dan bahkan sukar untuk sekedar keluar ruangan itu. Aku dengar suaramu tertahan di sana. Sepertinya sinyal tidak bisa berkompromi pada operatormu, entahlah, padahal operatorku denganmu sama.
Akhirnya aku putuskan panggilan telepon. Aku kirim pesan memberitahukan padamu aku akan sholat ashar terlebih dahulu karena baru saja adzan berkumandang. Akhirnya aku dengan temanku menuju mushola. Dalam kebingungan, aku masih sempatnya bertanya lagi padamu melalui telepon menanyakan lokasi mushola. Bodohnya aku.
Selesai sholat, aku langsung bergegas pergi keluar mushola dan bersiap mengantar temanku ke stasiun. Ia tidak jadi mengikuti acara yang diadakan fakultasmu itu. Dengan sedikit berharap kau telah ada di mushola, aku menoleh sekilas memastikan ada atau tidak adanya sosokmu di sana. Tidak ada yang menoleh kembali ke arahku. Mugkin dirimu masih di dalam gedung, pikirku. Aku langsung mengambil motor dan melintas pergi menuju stasiun kereta. Selama perjalanan hapeku terus bergetar, aku hanya tersenyum, rupanya kau mengkhawatirkanku. Langsung aku hilangkan pikiran itu jauh-jauh, khawatir mengotori niat awalku ke sini.
Aku hubungi hapemu. Kemudian kita bertemu dari kejauhan. Kau, dengan jaket almamater hitam dan jilbab merah marunmu yang melambai tertiup angin. Dalam penantianmu menunggu, dari sini aku melihatmu yang begitu anggun tersenyum melambaikan tangan padaku. Khawatir aku salah orang, kusapa kau dengan namamu. Kau tersenyum. Perlahan kau menuntunku dan menjelaskan tentang gedung yang sedang kita masuki. Kau bertanya dari mana aku singgah, aku jawab sekenanya. Hanya dua kata “Dari rumah” yang keluar dari lisanku. Perkiraanmu bahwa aku dari kampus adalah salah. Sekilas aku lihat ekspresi wajah kagetmu setelah tahu aku langsung dari rumah. Atau mungkin juga kau tidak enak hati karena lokasi rumahku dengan kampusmu yang lumayan jauh. Yah, tidak jauh juga sih, namun juga tidak dekat.

Selama waktu antrian itu, tidak ada kata yang dapat aku keluarkan. Entahlah, ada sesuatu yang menahan lisanku. Antara bingung dan menyesal, akhirnya aku putuskan untuk keluar antrian dan meninggalkanmu bersama temanmu yang masih di dalam antrian. Setelah agak jauh dari antrian, aku menoleh sekilas ke arahmu. Aku tak lihat wajah polos yang mencari-cari sosokku yang tiba-tiba hilang. Maaf aku keluar antrian tanpa bilang-bilang. Dan aku akhirnya sendiri dengan masih dalam kebingungan mencari-cari kantin karena kehausan. Mengapa aku tadi tidak bertanya padamu? 


Azalia :)


Ku lihat bintang-bintang

tersenyum saksikan kau merekah
sang kumbang datang hap.. hap.. hinggap perlahan
bunganya merekah, berkembang-kembang


Warnamu merah, merah

semerah danau di Katumiri 
aku melangkah tu, wa, ga, mendekati
betapa indahnya, ku suka..



Detik-detik waktuku kian berlalu
tak jemu aku memandangnya
detak-detak jantungku, berdenyut s'lalu 
ku jatuh hati memetiknya

Azalia kau bunga yang ku cinta..


Azaliaku.. Azaliaku..
Azalia kau bunga.. yang ku cinta..


Urusan Mu'min

Sungguh indah nian urusan orang-orang yang beriman, setiap urusannya adalah rahmat baginya.

"Sungguh mengagumkan urusan orang-orang mu'min. Semua hal yang dialaminya adalah baik. Jika ia mendapat nikmat, ia bersyukur. Maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya. Jika ia ditimpa musibah, ia bersabar. Maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya. Sifat itu tidak dimiliki siapa pun kecuali oleh seorang mu'min." (HR. Muslim)

"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS.Muhammad:7)

Betapa Allah memudahkan jalan bagi orang yang betul-betul serius meluruskan niat untuk mencari ridha Allah.

Wallahu a'lam.


Laa takhof wa laa tahzan, Innallaha ma'ana :)

Seminggu lalu.

26 Desember

"yuk,bersama-sama memantaskan diri :D" ("Impian seorang muslimah bukan bertemu idolanya, tapi bertemu & bercengkrama dengan para penghuni surganya Allah. Yuk pantaskan diri :)" VVY )

"Masa muda usiaku kini.Warna hidup tinggal kupilih.Namun aku telah putuskan,hidup di atas kebenaran.
Masa muda penuh karya untukmu Tuhan,yang aku persembahkan sebagai insan beriman. #yeaahmasamuda"

"Kini,jelas tiap langkahku.Illahi jadi tujuanku.Apapun yang aku lakukan,islam selalu jadi pegangan. ^^9 #hayatiikulluhaLillah"

27 Desember

"Dan, begitulah adanya. Maaf telah banyak mengecewakan. Semoga semangat ini selalu tersemat. #HayatiikulluhaLillah"

28 Desember

"I will do my best! InsyaaAllah."

"Untuk ZN.Kutemukan (lagi) cinta itu melalui dirimu. Terima kasih yang aku ucapkan tak akan pernah cukup untuk membalasnya. Biarkan air kerohanian ini terus menyuburkan ikatan cinta kita. Aku sungguh mencintaimu."