Esensi Kumpul Bersama Teman

Betapa kita sering sekali mendengar ataupun mengucapkan dua kata yang demikian memiliki arti dan mengandung makna yang sangat dalam, yaitu “Teman Sejati”. Teman sejati juga dapat kita misalkan bukan hanya sebagai calon pasangan kita nanti. Teman sejati dapat kita misalkan pada teman terdekat kita, yang sudah sangat soulmate dengan kita, selalu bersama dalam suka maupun duka, serta bersama dalam menegakkan kebenaran dan kebaikan tentunya.
Sebagai remaja, tentu Ana sangat mengerti keadaan yang sudah menjadi suatu hal yang sangat wajar di kalangan remaja beberapa tahun terakhir. Kumpul-kumpul atau sering disebut nongkrong-nongkrong sudah menjadi rutinitas yang konstan dilakukan remaja di sekitar kita. Meskipun sudah menjadi suatu kebiasaan, namun itu tentunya bukan berarti bisa menjadi sesuatu yang etis untuk dilakukan. Pada dasarnya, berkumpul adalah suatu kegiatan yang sangat bagus apabila dilakukan untuk membicarakan tentang hal-hal positif. Namun, akan sangat disayangkan apabila esensi kumpul-kumpul seperti yang dilakukan para remaja tersebut diisi dengan sesuatu yang sia-sia. Disadari atau tidak, pembicaraan yang dilakukan pada saat nongkrong-nongkrong itu akan memancing kepada obrolan yang tidak perlu, seperti membicarakan orang lain, cerita-cerita yang dapat memancing kepada hal yang menyebabkan mudharat kepada Allah. Na’udzubillah… Ibnu Qayyim Aljauziyah membedakan berkumpul menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah “Engkau berkumpul untuk mencari kepuasan”. Dan yang kedua adalah “Engkau berkumpul bersama mereka untuk mencari keselamatan”. Dua jenis yang disebutkan di atas tentunya memiliki makna yang sangat signifikan. Pada jenis berkumpul yang pertama, acara kumpul-kumpul hanya di tujukan kepada hedonisme semata. Dan mudharat akan lebih mendominasi dibandingkan dengan manfaatnya. Sedangkan, pada esensi kumpul yang kedua, ditujukan untuk saling member nasihat dalam hal kebenaran dan kesabaran. Oleh karena itu, kegiatan kumpul yang jenis kedua akan sangat menguntungkan kita karena sangat bermanfaat. Namun, di samping manfaatnya, kita juga perlu hati-hati terhadap kumpul yang jenis kedua ini, karena ada 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu: Saling membanggakan dan menampakkan kehebatan masing-masing Perkataan lebih banyak diobral dari ukuran yang dibutuhkan Menjadi tradisi dan terkadang memotong maksud yang sesungguhnya Tiga hal tersebut adalah godaan syaitan yang terkutuk untuk menjerumuskan manusia. Oleh sebab itu, kita perlu mengevaluasi kembali kegiatan yang telah kita lakukan untuk dikaji dan menjadi pengalaman, sehingga kita menjadi makhluk yang senantiasa berusaha menjadi lebih baik. Wallahu’alam bisshawab.

It's Cathanofta- Change the Age not Follow the Age!

They said: Me= concert,talkative,impressionable,peeve,nice,care. Thanks :)

itu semua mereka loh yang mengatakan. anak-anak Cathanofta :)
thank you so much! I'll be better, insyaAllah :):)

here we are!


habis lomba 17-an :D


Iftor jama'i :)


hehe ini pas lomba folksong 17-an tahun ini, and we are the winner!!! :D

the members are:

Abdullah Syafi'i
Agung Muhamad Dermawan
Aisyah Naqiyyah
Dalatina Peloggia Gustianingsih
Eraria Rahmatillah
Farid Farhan Rasyid
Fajar Rizkullah Amin
Indah Dwi Pratiwi
Irham Naufal Fadhila
Khaulah Naqiyyah Farhana
Muhammad Abdul Aziz
Nurhayati Nufus
Sarah Fadhilah Safitri
Tb. Muchtar Ikmal Kamaludin

Aku, Menjadi Intan



“Assalamu’alaikum Farin..” seseorang menepukku dari belakang. Seorang wanita rupanya, ialah pemilik suara itu.
“Wa’alaikumsalam... eh Nabila, ada apa ya?” tanyaku agak heran karena jarang sekali kami mengobrol.
“Eh, enggak, nanti kamu ada acara enggak hari Minggu ini? Rencananya aku dan beberapa teman akan mengadakan pertemuan halaqoh gabungan gitu di fakultas, dan mengajak para remaja lainnya... bagaimana?”
Kulihat dari matanya, ada sedikit keragu-raguan dari cara pandang yang sayu itu. Matanya memang terlihat seperti itu sejak aku mengenalnya. Bukan, bukan sayu yang sebenarnya, melainkan seperti ada sesuatu yang amat lembut yang memancar dari cara dia menatap. Entah, belum pernah aku lihat cara pandang mata yang seperti itu dari teman-temanku yang lain.
“Ehm, hari Minggu yah? Sepertinya enggak ada acara deh, halaqoh? Itu acara apa yah?” tanyaku yang baru pertama kali mendengar kata “halaqoh”.
“Hm, halaqoh itu suatu perkumpulan remaja muslim, biasanya dibina oleh murabbi yang sudah biasa menjadi musyrif di kelompok-kelompok halaqoh lainnya..”
“Aduhh, aku makin enggak ngerti deh kamu ngomong apa barusan? Musyrik? Bukannya itu orang kafir yah?” pertanyaanku semakin ngawur bersamaan dengan banyaknya kosakata baru yang tadi kudengar dari nabila.
Ia tersenyum menanggapi pertanyaanku yang mungkin serasa lucu didengarnya.
“InsyaAllah kamu akan tahu apa itu halaqoh saat kamu menghadiri acaranya hari minggu, datang ya... afwan, aku duluan, sudah azan...” sudah ashar rupanya. Dia melambaikan tangannya mengajak aku ikut ke masjid kampus, senyumnya pun belum juga lepas dari wajah manisnya itu, telunjukku refleks membalas menunjuk ke laptop yang sedang aku pakai dan jam tanganku. Sibuk, itu maksud isyarat tanganku. Aku akan sholat, tapi bukan sekarang.
Nabila adalah temanku satu jurusan di fakultas. Kebetulan kami teman sekelas. Nabila adalah seorang aktivis dakwah di salah satu organisasi kampus. Namanya sudah tidak asing lagi di fakultas, karena eksistensinya di kalangan mahasiswa yang dapat mengobarkan semangat berjihad. Itu menurut temanku.
Aku sendiri baru mengenalnya beberapa minggu lalu. Awalnya akupun tidak tertarik untuk mengetahui tentangnya, namun ternyata takdir mempertemukanku. Ibuku merupakan teman satu kuliah dengan ibunya nabila. Tiga minggu yang lalu, ibu secara tidak sengaja bertemu dengan bu Ratna, nama ibu nabila. Mau tak mau, akupun mengenalnya.
Meskipun saling kenal, kami tak pernah sekalipun saling sapa. Aku agak risih juga jika bersama orang yang sangat fanatik tentang islam. Kebanyakan dari temanku yang fanatik itu, berani dengan angkuhnya mengekslusifkan diri. Merasa sudah benar menjadi manusia yang taat, padahal minum saja terkadang masih berdiri.
Akhirnya hari minggu mendatangiku. Aku izin ke ibu. Kukatakan yang sebenarnya. Entah sebab apa, ibu terlihat senang sekali saat aku bilang akan menghadiri perkumpulan halaqoh. Ternyata ibu selama ini memang mengharapkanku untuk mengikuti kegiatan tersebut. Siapa yang tahu, jika ibu tidak pernah mengatakan?
Aku diantar oleh bang Sabiq, kakakku satu-satunya. Enak juga punya kakak yang bisa diandalkan, pikirku. Abang sabiq mengantarkanku sampai ke depan gerbang kampus. Aku sedikit terburu-buru sesaat setelah pamit dan salim ke bang sabiq, takut terlambat.
Mungkin acara baru saja dimulai saat aku datang. Aku masih bisa mendengar sayup-sayup mc yang baru saja membuka acara dengan ucapan salam. Aku segera melihat sekeliling yang sudah ramai dipenuhi para wanita berjilbab lebar-lebar, jilbaber sebutannya.
Akhirnya kami memasuki ke acara inti. Terus terang, baru kuketahui bahwa acara halaqoh nyaris mirip dengan acara diskusi yang biasa aku lakukan di kampus. Bedanya hanya pada adanya murabbi atau pembimbing di dalam sebuah halaqoh. Mungkin kegiatan seperti ini bisa aku teruskan, toh tidak ada salahnya menambah ilmu.
Tidak terasa sudah sebulan aku mengikuti kegiatan halaqoh ini. Lama-kelamaan aku mulai malu mengenakan jilbab yang sangat standart dibandingkan teman-teman yang lain di halaqoh. Aku mulai mencoba mengenakan jilbab yang agak lebar. Namun rasa malu terhadap pandangan teman-teman atas perubahanku ini masih aku rasakan.
Hingga di suatu pagi selepas sholat subuh berjamaah ada seorang perempuan sekelasku mengajak ngobrol, indah namanya. Awalnya kami mengobrol biasa saja hingga aku melepas mukenaku dan dia agak sedikit terperangah juga melihat jilbabku yang lebar itu. Tanpa memikirkan perasaanku dia berkata
“Ih rin, kamu kenapa sih, ko berubah seperti ini?”
Wajahnya menunjukkan ketidaksukaan sekaligus kaget. Belum sempat aku menjawab, ia sudah meneruskan rentetan kata-kata lagi. Ini yang paling menyakitkan.
“Kalau seperti ini, sama saja kamu tuh menjeplak si nabila, tahu enggak!”
“Ya bukan seperti itu niatnya, aku cuma ingin menjadi lebih baik saja. Toh aku mengetahui bahwa seharusnya wanita itu lebih menjaga...”
“Ya tapi enggak nyaris mirip seperti nabila juga kan? Kamu tuh jadi seperti ngikutin nabila tahu enggak!”
Mungkin seketika aku ingin berkata seharusnya dia menyaring kata-katanya sebelum berkata demikian. Percakapan itu masih berlanjut.
“Bukan seperti itu niatku... aku seharusnya memulai ini dari dulu.. memangnya kamu tidak suka dengan perubahanku ini?”
Pertanyaanku agak sedih. Ternyata teman dekatku yang aku pikir akan mendukungku justru menjadi cobaan buatku.
“Iyalah, masa Farin yang dulu aku kenal, jadi plagiat seperti ini sih?”
Dia masih menunjukkan rasa yang amat tidak suka. Aku hanya tertunduk sambil membalas kata-katanya.
“Kenapa seperti itu ndah? Aku pikir kamu akan mendukung perbaikanku ini, ternyata malah sebaliknya. Kalau kamu berpikir demikian, ternyata aku harus lebih dulu berda’wah untuk temanku, yaitu kamu. Bukan untuk orang lain dulu.”
“Ya sudah, yang pasti kamu itu menjeplak si nabila. Aku enggak suka dengan plagiat!”
Indah pergi meninggalkanku. Ia tidak peduli padaku yang sudah sendiri di dalam masjid kampus. Hatiku panas, sakit sekali rasanya. Ternyata memang susah untuk mempertahankan perubahan yang baik ini. Yang aku sayangkan adalah cobaan itu datang kepadaku melalui teman dekatku. Mengapa harus dia yang mengatakannya ya Allah...
Minggu pagi itu Indah meninggalkanku. Biasanya kami selalu jalan-jalan pagi selepas sholat subuh setiap minggu. Kebetulan kami satu organisasi dan sering menginap di kampus untuk mengejar deadline tugas. Namun tidak pagi ini. Aku tak dapat menahan air mataku karena menahan marah dan juga kecewa terhadap kata-kata indah.
“Ya Allah, kenapa justru cobaan itu datang dari temanku sendiri....?”
Aku terus berdoa dan memohon untuk tetap selalu istiqomah dalam da’wah ini.
Di suatu siang, aku sedang berdiskusi dengan nabila.
“Nabila, aku ingin menanyakan satu pertanyaan kepadamu, boleh?” tanyaku agak segan bertanya kepadanya.
“Boleh, ingin bertanya tentang apa?”
“Tentang keistiqomahan kamu... kamu pernah tidak mengalami kesulitan saat kamu mengenakan jilbab yang sangat lebar itu? Maksudnya, pernah tidak ada orang yang tidak suka dengan penampilanmu yang seperti ini? Dan satu lagi, mengapa kamu sampai bisa beristiqomah hingga detik ini?”
Nabila tersenyum dan mengambil napas beberapa detik.
“Pernah... dulu, sewaktu aku SMA, ada guru olahraga yang terlihat sangat tidak suka terhadap apa yang aku pakai saat pelajaran olahraga. Aku memakai kaos lagi di dalam baju olahragaku yang pendek itu. Niatku Cuma satu, yaitu menutupi bagian tubuhku yang tidak tertutupi oleh baju olahraga. Namun sepertinya guru itu tidak suka. Mungkin baginya aku telah berbuat tidak sopan terhadap mata pelajarannya. Guru itu selalu tidak pernah menganggapku ada setiap kali pelajarannya. Hingga akupun bertanya kepada ummiku, bagaimana caranya menanggapi seseorang yang tidak suka terhadap kita.. ummi mengatakan bahwa kita harus tetap tersenyum kepada siapapun, entah orang itu menyukai ataupun membenci kita. Jangan pernah membenci orang lain.. Minggu demi minggu aku selalu menanggapi setiap tanggapan orang lain dengan tersenyum, hingga akhirnya guru itupun menjadi ramah terhadapku. Mungkin ia berpikir, bukan suatu kesalahan bahwa anak didiknya ada yang ingin lebih menjaga sesuatu yang dimilikinya..”
“Subhanallah... lalu, mengapa kamu bisa sampai istiqomah sampai detik ini?”
“Niatanku hanya satu, yaitu Allah Ta’ala..”
“Maksudnya?” aku tak mengerti.
“Niatku untuk tetap istiqomah adalah aku ingin menjadi muslimah sejati yang hanya mencintai Allah. Aku ingin menjadi muslimah terbaik di hadapan Allah. Hanya itu....”
“Subhanallah,”
Hanya kalimat itu yang menghiasi lisanku. Aku baru sekali ini menemui seorang perempuan yang memiliki niat tulus yang sangat suci. Perjuangan selanjutnya adalah keistiqomahanku dalam menghadapi berbagai ujian yang akan Allah berikan padaku. Aku juga ingin menjadi muslimah terbaik untuk Allah. Karena bagiku, ini adalah jalan untuk meniti rasa cinta kepada Allah. Aku yakin, barang siapa memudahkan urusan Allah, maka Allah pun akan mempermudah urusannya. Wallahu’alam.

Hukum Diri

Teronggok hitam di atas putih
Pelajari hukum dalam kehidupan
Kesabaran wujudkan rindu pada-Mu

Kala tersentuh malam
Teringin mengulang masa
Agar noda tak menyikut hati
Atas kehidupan yang mumpuni

Berbicara kuasa mutlak pasti
Kepemilikan yang selalu Esa
Hanya angin dingin ku raih
Saat mata hati yang rindu KERUH…!

Cerita kian bersambut
Torehkan asa bercita bersaratkan cinta
Ku seonggok daging lemah
Hanya jiwa yang tak kenal CUKUP
Bersarang keadaan yang berkelanjutan
Dalam sadar terlupa jua
Kuatku atas rasa kalbu diri
Tanda hati yang mulai berujar-kembali
Tak terkenang yang pernah terjadi
Ingin terus mengundang indah nyata
Tak mau termakan goda

Apapun ada dan kepuasan tersendiri
Tersudut merutuk menuntut maju
Kapan terakhir diri tak terlukai?
Atas kealpaan hati insan Illahi
Mengisahkan kisah hampa-lapar
Satu hati nyaris mati!
Hampir tak terkendali nyawa
Raga tak kuasa penuh
Kapan terakhir kau ingat lagi?
Tak bisakah tersadar meski ragu
Tergugah ketika takut sergap mati
Sudahkah cerita kita berakhir?
Hingga kutersadar aku masih di sini



Alhamdulillah... Resensi Diterima. ^^

Berawal dari penawaran Bu Hamidah selaku guru bahasa indonesia di sekolah ana tentang keikutsertaan ana sama itu lomba resensi buku Denny JA "Atas nama cinta"(liat posting blog tanggal 11 Mei). Ana akhirnya ikut, ya karena juga mau nguji mental untuk yang kesekian kalinya -_-
Awalnya ana memang malas, karena yaa gitu, ana masih belum pede sama tulisan ana sendiri.ckck payah ya, ini mah namanya menyerah sebelum berperang. Tapi akhirnya ana coba dan akhirnya jadilah dua setengah halaman A4 yang ana ketik sesuai dengan ketentuan tertulis dari peraturan lomba itu. Ya meskipun itu masih lumayan jauh sih sama ketentuan maksimal halaman resensinya(2-4 halaman). yang pasti ana udah coba nulis dan berusaha semampu ana. Hari pengumuman pemenang yang rencana dilaksanakan tanggal 20 Mei ditunda, jadinya tanggal 3 Juni kemarin. Agak pesimis juga sih, karena ternyata Ida temen ana satu sekolah yang juga ikut lomba ini buat resensi sebanyak 4 halaman, ckckck waduh ana jadi hopeless dah.
Tibalah hari pengumuman yang bertempat di Mutiara Carita Cottage Labuan-Banten. Toeeew ane kaget, ternyata yang ikut itu lomba ada 100 lebih anak smp dan sma di wilayah Banten, meskipun kebanyakan dari daerah Pandeglang dan Labuan sih. Tetep aja cukup buat ana spot jantung(gak deh, becanda doang hihi^^) akhirnya acara dimulai. Diawali sama sambutan-sambutan yang berjalan sampai sekitar jam 10-an, dilanjutkan dengan bedah buku yang berjalan sampai dengan pukul 12.30. Setelah itu ada ishoma. Selesai ishoma, ada acara menonton bersama film dari puisi Romi dan Juli dari Cikeusik. dan teretetettet tibalah waktu pengumuman. Ana sama Ida udah sama-sama cemas, kalau Bu Tia ya,, asik-asik aja deh. Nama Juara harapan 3 sudah diketahui, dan itu bukan kami berdua. Harapan 2 jua, kami pun bukan. tibalah Harapan ke 1.... betapa kagetnya ana, nama ana yang barusan disebutkan...Subhanallah, Alhamdulillah. Pada perlombaan ke-sekian kali yang ana ikuti, akhirnya ana untuk pertama kalinya bisa mengharumkan nama baik sekolah ana.^^





Senang? tentunya. .alhamdulillah..hihi selain dapat plakat dan sertifikat, juga ada hadiah untuk uang pembinaan. yah lumayan untuk ditabung buat persiapan kuliah nanti. insyaAllah. oh iya, ini dia resensi buku ätas nama cinta" buah karya ana... selamat membaca...^_^

Hakikat Cinta dalam Tempurung Diskriminasi

Judul : Atas Nama Cinta – Sebuah Puisi Esai
Pengarang : Denny JA
Penerbit : ReneBook
Warna Sampul : Merah Maroon
Tebal :216 hlm.; 21x18,5 cm
(Cetakan 1: April 2012)

Eksistensi puisi menjadi hal yang sudah banyak diperbincangkan di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan pecinta puisi itu sendiri. Pembaharuan tak henti-hentinya dilakukan dalam mamajukan sastra Indonesia. Pembaharuan ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar isi puisi itu terasa hidup, bukan hanya dalam imajinasi tapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Pecinta sajak menjadi pembaca setia karya sastra khususnya karya sastra dalam bentuk puisi.
Telah banyak bentuk puisi yang menggunakan bahasa bersifat sangat berlebihan juga sewenang-wenang dan tidak sesuai dengan kondisi sosial dalam masyarakat luas. Hal tersebut menjadi doktrin atau pencitraan terhadap kondisi dalam masyarakat tertentu yang sebenarnya hanyalah imajinasi dari seorang sastrawan. Di satu sisi, tidak sedikit pula sastrawan yang menciptakan buah karyanya berdasarkan fakta yang berlaku dalam kehidupan sosial. Namun kerapkali unsur emosi tak dapat disembunyikan dalam bahasa puisi yang bersumber dari kehidupan masyarakat tersebut. Hal yang demikian menciptakan kejenuhan dari banyak pihak termasuk para pembaca setia sastra. Di saat seperti ini sangat diperlukan puisi yang seolah-olah dapat berbicara dan tidak terlalu berangan-angan sehingga menjadi sesuatu yang langka dan berharga untuk dibaca.
Di tengah kejenuhan sastra tersebut lahirlah sebuah inovasi dalam bentuk puisi yang menggabungkan kedua poin penting tersebut. Dengan sebutan sebagai puisi esai, Atas Nama Cinta mendapatkan sorotan dan perhatian khusus dari kalangan penyair yang sudah melegenda, seperti Sapardi Djoko Damono, serta Sutardji Calzoum Bachri. Dengan bertemakan “Cinta” yang disatukan dengan “Diskriminasi” juga “Perlawanan”, Denny JA yang merupakan seorang penulis, aktivis dan peneliti ini telah dapat menggabungkan unsur esai ke dalam bentuk puisi, sehingga tersampaikanlah sisi batin serta argumennya sebagai seorang pengamat sebuah konflik atau masalah sosial.
Dalam buku puisi-esai ini, diceritakan lima buah puisi yang memiliki kesamaan karena masing-masing puisi menceritakan tentang para korban isu diskriminasi. Selain itu, para korban dari isu diskriminasi tersebut juga selalu diperlihatkan berjuang, tak penting apakah ia menang atau kalah. Dalam sebuah kehidupan sosial masyarakat, bukanlah suatu akhir dari sebuah perjalanan atau perjuangan hidup yang menjadi inspirasi dalam perputaran kehidupan selanjutnya, melainkan nilai dari proses perlawanan itu sendiri.
“Fang Yin, kau anak Indonesia sejati
Jangan pindah menjadi warga lain negeri.”(halaman.44)
Cuplikan salah satu puisi-esai tersebut telah menggambarkan perlawanan yang dilakukan oleh Fang Yin dalam puisi-esai “Sapu Tangan Fang Yin” yang tidak ingin kembali ke Indonesia meskipun telah sangat merindu pada negerinya itu. Kisah perjalanan jatuh cinta pada Indonesia setelah sebelumnya melalui berbagai derita. Kisah yang mengungkapkan bahwa setiap orang tidak mustahil bangkit kembali dari keterpurukan yang kemudian berubah menjadi mencintai yang dibenci karena telah menguasai diri dengan keikhlasan.
“Mampus kau hati yang ragu
Hidupku tertawan kembali oleh topeng
Topeng lagi, topeng lagi…”(halaman.138)
Berbeda dengan cuplikan puisi sebelumnya, cuplikan puisi-esai di atas lebih menggambarkan ketidakmampuan untuk melawan takdir yang telah ditentukan Tuhan atas dirinya. Jati diri yang sebenarnya dimiliki oleh Amir dalam puisi-esai “Cinta Terlarang Batman dan Robin” tetap tak mampu ia ungkapkan hingga ia menyesal terhadap kehidupan selanjutnya setelah semuanya terjadi. Namun di akhir puisi-esai ini tetap diceritakan keputusan yang diambil pada akhirnya, entah itu menang ataupun kalah.
Selain kedua puisi-esai tersebut, di paparkan juga 3 puisi-esai lainnya yang tetap bertemakan “Isu Diskriminasi”, antara lain “Romi dan Yuli dari Cikeusik”, “Minah Tetap Dipancung”, serta “Bunga Kering Perpisahan”. Puisi-Esai ini telah mengangkat isu-isu yang sepanjang pengetahuan pembaca pada umumnya, belum pernah diungkapkan dalam puisi yang selama ini kita kenal, seperti isu tentang aliran tertentu, TKW, perbedaan agama, serta serta peristiwa sosial lain dalam bentuk sajak-sajak panjang lengkap dengan disertai catatan kaki. Penyertaan catatan kaki dari setiap puisi menjadikan pembaca bukan hanya menikmati setiap kisah yang diuraikan oleh lirik puisi, tetapi juga membuat pembaca memahami akan fakta serta “isu sosial” yang ada.
Penulisan dalam puisi-essay ini terkesan tidak tergesa-gesa, sehingga menjadikannya sajak yang panjang. Sepadanan larik pun telah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga mendapatkan suatu kesan puitik. Dalam karya sastra ini juga tidak terlalu mengedepankan banyak metafora dari kata-kata yang digunakan. Karena memang terkadang metafora menjadikan suatu puisi hanya menjadi kumpulan kata-kata yang tidak dapat dimengerti makna sebenarnya dibuat puisi tersebut. Dan mungkin bahkan tidak diperlukan metafora dalam puisi-esai ini, karena memang rasa pada sajak-sajak ini adalah diarahkan sebagai perenungan yang tenang serta pertimbangan pikiran sebagaimana esai.
Pemaparan tentang perjuangan atas perlawanan diskriminasi dalam kehidupan sosial memiliki nilai tersendiri terhadap buku ini. Selain itu, penyelesaian dalam suatu kisah puisi-esai ini menjadi pembelajaran yang sangat mahal bagi para pembaca. Berbagai kisah dari suka hingga duka dapat tersampaikan dengan sangat hidup oleh penulis, entah itu berakhir menang ataupun kalah. Serta adanya catatan kaki semakin membuat nyata kisah puisi-esai buku ini. Hal itu meninggalkan kesan yang mendalam di ingatan pembaca. Namun, cover atau gambar burung merpati pada sampul buku ini dirasa kurang sesuai dengan tema diskriminasi yang ditonjolkan dalam puisi-esai. Meskipun dengan menyertakan tema cinta juga, tetapi gambar yang diperlihatkan pada sampul buku dirasa tidak mencakup tema keseluruhan yang diusung. Dengan mengambil jenis puisi-esai, buku ini sangat berharga untuk dijadikan referensi dalam membuat karya sastra lainnya oleh sastrawan, serta menjadi buku bacaan yang menginspirasi para pembaca, khususnya pecinta puisi itu sendiri.


Nama : Khaulah Naqiyyah Farhana
Sekolah : SMAN CMBBS Jl. Raya Pandeglang-Labuan Km.3 Kuranten, Pendeglang, Banten. PO Box61/Pandeglang 42201

Diary? Really?

Maaf udah terlalu lama ninggalin kegiatan ini dalam beberapa waktu terakhir. Baru teringat kembali untuk selalu menulis semua apa yang ana rasakan. Kemarin malam diingetin sama bang ghozi untuk jangan lupa terus semangat nulis, gapapa meskipun Cuma nulis diary. Ya, sebetulnya ana setuju sama abang kalo bakat nulis itu perlu diasah terus dan terletak pada proses penulisnya itu sendiri dalam kegiatan tulis-menulis. Ya jadilah ana menulis ini lagi. Ya, semuanya memang pasti berasal dari kenyataan dan kehidupan asli ane. Ada semacam perasaan ingin saat melihat karya orang lain yang kata-katanya seolah memiliki nyawa saat dibaca, tapi kadang pula timbul kemarahan diri sendiri karena ketidakaktifan ane untuk produktif nulis. Di sini ane ingin bercerita sedikit bermula dari kompetisi menulis cerpen yang diadakan oleh salah satu sekbid oscm angkatan ane. Ane sengaja ikut cuma karena ingin tahu sampai mana kemampuan ane jika dibanding dengan anak-anak jenius itu. Perwakilan 1 orang dari tiap kelas. Berarti kira-kira 8 orang yang ikut kompetisi itu. Dalam hati ane coba bikin, bukan berharap apa-apa. Ana Cuma takut kalah aje. Cuma perasaan ini yang bisa bikin ane selalu jadi gak percaya diri. Padahal orang-orang itu udah percaya kalo ane bisa. Yah mungkin karena mereka tahu kalo ini hobi ane yang sangat ane cintai hingga tak bisa berenti menulis meski tak pernah menjadi yang lebih baik dari yang lain(say:belum bukan gak) dalam hal menulis. Tentu saja bukan ane yang termasuk dalam pemenang 3 besar ddari perlombaan itu. Dari awal emang ane gak ngeluarin semua yang ane miliki. Ane kebawa emosi waktu nulis. Harusnya ane inget kata-kata temen ane “tidak ada musuh terbesar yang lain saat anda berkompetisi. Musuh terbesar anda saat itu adalahkompetisi itu sendiri yang harus anda takhlukkan” ya, harusnya ane berpikir seperti itu dari awal. Terlepas dari kompetisi itu, ane tetap setia pada kertas dan pena. Walau sedikit memaksa karena sedang tidak ada ide untuk menulis. Saat itu ane nemu tulisan abang ane yang judulnya “Jenggot(Tabir)”yang sebenarnya judul depannya hanya untuk alibi dari tujuan tulisan itu sebenarnya. Mungkin dikhawatirkan akan menyinggung banyak pihak khususnya yang merasa disebutkan. Keren! Great! Gila, ane salut sama si muse ay-syahid. Tulisannya nyata banget! Nyentil tapi dengan nuansa menyadarkan. Selepas itu ane lanjut kegiatan biasa di cm. Kemarin ane nelpon ummi n ane bilang kalo bakalan ada studi tur ke Bandung. Terus ane bilang kalo lagi gak ada uang juga ane gak apa-apa kalo gak ikut. Ane juga konsultasi ke bang mushab. Terus dy bilang ane ikut aje, kan lumayan buat pengalaman n dapet ilmu, tapi kata dia ga usah bilang ummi. Katanya takut ngerepotin gitu. Ya jadilah dia yang mau bayarin buat studi turnya. Dia bakalan transferin uangnya ke rekening ane. Kemarin juga ane udah kirimin nomor rekening ane ke dia pake hp koperasi. Ya ane gak nyangka aje dia nyampe mau bayarin gitu, mungkin emang lagi ada uang dianya. Terus kemarin ane telpon ummi lagi kata ummi gak apa ikut aja meskipun bayarnya 250 pake uang abang. Ane juga nelpon bang ghozi, konsultasi soal univ yang nanti bakal ane coba buat undangan (insyaAllah) selain itu abang juga ngebahas soal organisasi. Katanya kalo udah kuliah gak usah masuk bem karena Cuma bakal berkutat sama yang gitu aja(haha abang ane emang tahu tuh ane males ikut yang ribet begitu), sedangkan abang ane menyarankan nanti masuk LKM aje. Hahaha ada aja yang bisa dijadiin bahan untuk ketawa di kelas ini. Melihat anak ipa 1 yang kayak anak smp, ipa 2 yang kayak anak sma, n ipa 3 yang kayak anak kuliah, sedangkan kelas ini yang kayak anak tk gak pernah berhenti untuk ketawa bahkan untuk menertawakan diri sendiripun gak ragu dilakukan. Dan ternyata memang harus dicoba(sekali-kali) untuk menertawakan diri sendiri agar kita bisa menjaga sikap kita yang mungkin sering sombong dan menertawakan orang lain. Perdebatan antara anai dan aya tentang kebodohan mereka sendiri tentang tawa dan canda yang terkadang membuat mereka menangis terharu. Ya, mereka bodoh, begitupun ane. Kita gak pernah lepas dari kebodohan karena yang kita tahu, hanya Allah yang maha mengetahui. Manusia boleh saja berencana, tapi keputusan akhir mutlak Allah yang punya. Satu pelajaran atas pelajaran sejarah barusan, jangan menunggu ilmu untuk menghampirimu, tapi jemputlah ia. Tak pernah menyangka dibalik rahasia Allah. Seketika setelah ane selesai menulis ini, seorang guru bahasa indonesia memberikan tawaran kepada ane untuk ikut lomba menulis resensi buku Puisi Essay Atas Nama Cinta. Subhanallah.Maha Suci Allah.

Lama udah ane tunggu ni momentum. akhirnya nyampe juga. bentar lagi esji bakal naek kelas tiga dan otomatis itu sebagai signal buat kita nentui jurusan buat ke depannya. ane juga masih bingung. antara hobi dan masa depan yang cerah. antara yang umum dan yang syarí. antara ui dan lipia. halah. antara sastra dan juga hafalan qurán. antara belajar atau tilawah. antara tanggung jawab osis dan ibadah. semuanya rumit. setidaknya itu menurut ane. gak tau deh yang laen ngeliat ane kayak gimana di sini. hufft, semuanya pada mau ikut lomba lagi, dan ane tinggal duduk terdiam gitu aje bingung mau ngapain. ikut lomba belom pernah menang. itu dari yang diajuin sama sekolah maupun yang ane ngajuin diri sendiri buat ikut. parah. Liat bang mushab yang jago nulis ane makin minder aja. emang itu sih emang bakat dari kecil. gambar, pinter, sastra, idealis, ckckck kapan ane bisa kayak gitu ye? ckck yaudahlah, tapi ya beginilah ane. mau diapain juga dirubah tetep pribadi ane yang seperti ini. semuanya udah pada balik. ane juga mau balik ke masjid dulu noh baru azan. udah ya.

Berbicara Baik atau Diam.

Seorang yg bijaksana akan sllu berfikir panjang sebelum berbicara. Jika bicaranya dapat menimbulkan kemadlaratan, baik bagi dirinya atau org lain, maka ia akan lebih memilih b'sikap diam. Sebab diam itu bisa m'jauhkan fitnah & permusuhan. " Diam adalah Kebijaksanaan dan sedikit org yg mampu melakukannya ". (HR. Abu Manshur Ad-Dailamy). Mengingat bgtu besarx efek yg ditimbulkan oleh perkataan, maka diam adlh sikap mulia yg m'jadi kebiasaan para Nabi dan Wali Allah. Diam itu indah dan nikmat karen bisa menentramkan bathin dan menyedikitkan resiko yg bisa timbul akibat banyak bicara. Rasulullah saw menganjurkan utk b'gaul dgn org yg diam lagi berwibawa, sebab dia akan mengajarkan berbagai hikmah dan keutamaan. Seperti yg beliau jelaskan dalam sabdanya sbg berikut : ... " Apabila kamu melihat org mukmin yg pendiam lagi berwibawa, maka dekatilah dia. Sesungguhx dia akan mengajarkan hikmah ". (HR. Abu Hurairah, dari haditsnya Abi Khalad)

Retell

250312
Hari ini ane balik ke ceem. Yapyap, melanjutkan hari yang sudah menjadi rutinitas sejak 1 setengah tahun terakhir ana hidup di boarding. Oh iya reader, ana baru inget kalau hari ini tuh si Izzah Taqiyya millad. Hehe. Afwan yah de, kaka lupa kalau hari ini tuh millad kamu, dan kaka baru inget waktu kamu ngoment wall dari kaka yang udah lama itu.haha.
Oh iya, ana juga alhamdulillah untuk saat ini bisa mulai memfokuskan diri ke pelajaran dan...emm ana tuh beneran lulus seleksi okonomi di sekolah yang buat ke osk gak yah? Hah ana gak tau deh, yang penting belajar aja dulu yang bener. Alhamdulillah dapet bis ke pandegnya.hehe dan ana juga berangkatnya agak pagi-an karena ana males kalo harus kena denda .haha.
Ana nyampe ceem sekitar jam setengah 11 pagi. Huua belom ada yang dateng anak kamar ana alias baru ana doang yang sampai kamar 201 tercinta ini. (-___- huuuek). Ya sudahlah, ana manfaatin tuh waktu senggang dengan menyeterika baju.huehehe rajin yah... sekalian juga kan nunggu waktu dzuhur tiba.
Siang hari sekitar jam setengah 3-an (anak2 kamar udah pada dateng)ana putuskan buat tidur sebentar , ya paling 15 menit paling lama setengah jam deh. Haha. Tapi belum ada setengah jam tiba-tiba ada yang ngebangunin ana, dan dia adalah. Aisyah Naqiyyah. Hualah, ngapain nih anak yah tumben banget berkunjung ke kamar ana (maklum, kan kamar ana ada di lantai atas sementara dia ada di lantai bawah.) eh ternyata ana disuruh ikut MDG alias Madanian Games. Ckckck baru dateng udah disuruh maen aje nih. Yalah gapapa dah.

270312
Ana lagi males ngomong sama partner ana di kismul masjid. Ckck. Parah banget sih itu ikhwan, coba perasaan ana belom pernah nemuin ikhwan yang tingkahnya kayak shobiyy banget.ckckk. untuk perumpamaan antum semua bisa ngebayangin kan anak kecil yang gendut lari-larian dengan riangnya. Yah, mungkin itu deskripsi yang tepat buat temen ana yang namanya tertera sebagai koord. Kismul ibadah di osis angkatan ana yaitu Muhammad Abdul Aziz.(afwan yang sebesar-besarnya klo aziz baca.-_-) ya ana tahu antum emang jago dalam bidang ekonomi dan otomatis antum bakalan ikut osn tahun ini, dan emang itu bener. Antum juga memiliki pengetahuan agama yang ana bisa bilang gak sedikit. Ibadah antum juga. Hafalan antum juga, huuaa itu membuat ana semakin menciut dah,terlalu didramatisasi sih sebenernya, tapi kualitas ibadah antum emang bagus sih( meskipun terkadang egoisnya gak bisa disembunyiin, itu dimaklumkan). Yasudahlah, ana pertama kalinya nangis gara2 itu. Haha apalah ana kaga lulus uts ekonomi coba???-_- gembel banget sih, mau ikut osn tapi begini.hueeheheh ya udah awalnya sih ana Cuma ketawa2 sama Anai n Aya eh lama2 ana nangis. Huuuaa untuk pelampiasan, ana bilang aja kalo ana benci sama partner ana itu. Yah biarinlah emang ana kesel sama dia yang prof. Ekonomi. -_-

281312
Teretetetetet pengumuman kalo ternyata ana lolos seleksi buat ke osk.huuuhhehehe emang yah si aziz tuh gembel, bukannya ngasih tau ana aja biar sekalian belajar dari jauh2 hari.ckck. mulai hari ini ana, beserta 15 anak yang ikut osk lainnya sudah mendapatkan dispensasi untuk gak masuk kelas dulu. Haha apaan ini persiapan osk Cuma seminggu doang? Gembel. Yah kalo aziz sih bisa, nah ana??? Sudahlah, ayoo lanjutkan belajarr..!!!


310312
Ya Allah, kenapa ana seperti ini lagi? Ya Allah, kembalikanlah hati ini seperti dulu sebelum ada perasaan ini, sesungguhnya engkau Maha Membolakbalikkan Hati. Ckckck . reader, ana lagi pusing soal sekbid ana. Ngerti gak sih kalian semua? Ana itu orangnya enggak vocal.. ana tuh capek disuruh begini begitu, sedangkan kalian gak mikirin perasaan ana. Iya ana tau ana sebagai koord disini, tapi kan enggak semuanya harus ana yang ngomongin n bertindak. Kalian yang ana anggap lebih vocal dibandingkan ana harusnya mengerti kekurangan ana yang satu ini. Masak selama setengah tahun ini kalian enggak peka sama sikap ana yang tidak bisa hadir di depan publik ? Jujur, ana enggak habis pikir sama kalian. Dan ana juga enggak vocal ngomong sama orang lain yang ana enggak deket itu. Ana bukan antunna semua. Tapi ana sadar diri. Ana ada di sini. Jadi, jangan mencari pembenaran sendiri. Karena tidak vocal bukan berarti ana tidak peduli dengan keadaan ini. Andai antunna tahu.

041412
Tiba saatnya mempertaruhkan semua yang telah ana pelajari selama seminggu terakhir. Osk diadakan di sman 1 pandenglang. Berangkatlah kita ber16 di dampingi oleh mss.Niha dengan menggunakan 2 angkot charteran haha(sudah biasa) langsung masuk ke kelas masing-masing, tapi sebelum ana masuk, ada sesosok ikhwan yang sepertinya nggak asing deh di penglihatan ana. Itu kalo enggak salah.... ya, bener itukan Adha, temennya Indah(temen kelas ana) eh dia juga masuk kelas yang sama dan itu menandakan kalo dia ikut osk ekonomi juga. Ana langsung mengecek nama yang tertera di kertas nama peserta dan ternyata ada nama dia. Muhamad Adha Wijaya. Ckckck ana tertawa dalam hati. Haha jikalau Indah yang terpilih dalam seleksi di sekolah, sudah tentu dia nge-blank karena bertemu dengan ikhwan ini.
Sssuuuuusssssaaahhh..! haha yasudahlah banyangin tadi sehabis ngerjain soal, ana nanya tuh ke aziz dia enggak ngisi berapa nomor. Dan dia bilang berapa??? Katanya dia enggak keisi 8 nomor.??? Apaan? Ana enggak ngisi 18 nomor.hahaha ya sudahlah apapun nanti hasilnya, ana udah pasrah.bismillahi tawakkaltu.yang penting ana udah ikhtiar..
Ana enggak ada di nama2 yang lulus osk itu berarti ana enggak masuk ke provinsi.huffft kecewa?pasti. putus asa? No away!!! Masih banyak jalan menuju roma, eh salah deh menuju surga. Hehe . yang pasti tetap semangat untuk 13 orang yang lulus ke provinsi. Untuk Khairunnisa dan Nahri, tetap semangat juga.. berikut nama-nama anak ceem yang lulus untuk ke OSP:
Nama Mata pelajaran Deskripsi
Yusuf Hafidh Matematika Nih ikhwan tahun kemarin lulus sampe nasional loh. Pokoknya TOP BGT deh mtk-nya.
Dwi Apriawan Fisika Kemarin dia ikut komp fisika dapet undangan dari WOPO loh.ckckck great!
M. Nuzulul Firman Kimia Ikhwan ini kalo punya waktu senggang lebih milih ngerjain soal mtk ato kimia dibanding main yang lain.-_-
Ahmad Mahmudy Biologi Meskipun ini anak bandelnya gak nahan, tapi biologinya gak diragukan kawan...
M.Abdul Aziz Ekonomi Nih udah tau kan? -___-
Abdul Rozik Geosains Jago dah kebumiannya padahal anak ipa.
Bakti Amirul J Komputer Haha master catur yang logikanya tinggi banget.
Agung M. Dermawan Geosains Haha ikhwan yang diem diem ngocak.
M. Aditya Astronomi Haha nih masih first grade, tepatnya duduk di ten 4.
Esti Hardiyanti Fisika Nih anak udah cinta mati sama fisika. Baginya fisika itu harga mati!
Asma Azizah Kimia Orang yang Niatan banget. Gila soal kimia.
Reva Nabila A Biologi Masih first grade, anaknya supel abis.
Eraria Rahmatillah Komputer Nih anak padahal baru belajar malem sebelum lomba. Emang diem-diem menghanyutkan.ckck

Great buat kalian semua. Buat ana, tetap semangat deh..! hehe menyemangati diri sendiri, daripada enggak ada yang nyemangatin.haha.

060412
Liqo. Akhirnya liqo lagi.ahaha. talaqqi bareng-bareng. Ternyata emang masih banyak yang harus dievaluasi. Bersyukur masih bisa menikmati nikmat berkumpul dengan orang-orang yang seperti mereka. Uhibbukunna fillah.

070412
Frontal banget. Ana kena penyakit masuk angin jepang, alias meriang.wakakaka. ada2 aja neh.-__- ya udah ana gak masuk sekolah n gak jadi ikut komp. Newscast. Dan benarlah. Anak2 kelas ana marah sama ana. Tepatnya kecewa. Ana tahu ana salah. Maaf yah, ana memang gak tahu diri, maaf ana sudah menyakiti perasaan kalian semua yang udah berkorban untuk ana. Maaf ana yang terlalu egois gak berani minta maaf ke kalian. Maaf ana yang masih seperti ini. Maaf. Andai kalian tahu...
Malem ini ana itikaf di masjid almahbub bersama Asma, Anis, Zulfa, Hasna, dan Nahri. Bermuraja’ah atas hafalan yang telah dimiliki, bermuhasabah atas diri yang hina ini. Meneteskan air mata tanda rasa cinta yang haqiqi. Mencintai dengan penuh keikhlasan. Allah, kami mencintaiMu. AllahuAkbarAllahuAkbar. Perasaan yang dapat menggetarkan hati ini hanya rasa kepadaMu.
Bismillahirrahmaanirrahim. Ayo kita lanjutkan perjalanan hidup yang penuh dengan makna. Hidup itu anugerah. Semangat kawan...! ^_^

What the meaning of this feeling? What's wrong with me??

huuufftt, reader, i want to tell you about my feeling now. after met him since three days ago, i felt something wrong in my heart. yuuucckkss, its so disgust -_____- do you know friends, what did i dream last night? oh god, i dreamt about him. huuhh, ckckck i just woke up and say istighfar for a while. why i might dream about him? i don't know. until now i don't know how can i dreamt about him when i didn't think about him? yeah, i know. may be its because of my friends. since i met you in your school, my friends always asked me about you.. hiiyy, its make me desperate.(exaggerate-_-) but, yes, thats right. actually i hate that feeling whoever i feel. include you. in here now. hall c. in cmbbs. there is no teacher. yes, i have known about it. the teachers still doing the prajabatan in Serang. so, until 2 weeks later we will not study with the teachers. its mean we will study by our selves. whereever you have mood for study. i have a target in this year and for some year later. the first is i have to become the best in my class. secondly i must be the best in my memorizing about the AlQur'an. thirdly i have to become the best in my life and for my akhirat. so, actually there is no time for think about the other except the three points. i must give the best for everything i know in my life during i can enjoying my life well. ok, sister, don't ever waste your time now. if you don't want regret about what you do in your life.


take it easy, but don't be slow thinking
don't to be very seriously. just give the best for everyone who you love and love you. just be your self sist... Because God always knows what is the best for you...
the last from me, but not the farewel time.
keep your smiling for everyone in everyday... ^_^

Sonic Linguistic 2012 second days...

ckckck reader,, tau gak ane kagak jadi ikut journalist on the spot.hehe tau kenapa? ada berita duka cita...innalillahi wa inna ilaihi rooji'un.. nenek ana meninggal dunia... semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah ...aamiin..
jadi ane kgak jadi ikut jots dan terpaksa gak dateng sonlis pada hari pembukaannya karena pada malam itu juga ane yang baru menginjakkan kaki di kotbum mendadak harus ke tanjung priok ke rumah tante nani untuk melakukan penguburan terhadap jenazah nenek keesokan harinya..

well,
meskipun ane gak jadi ikut jots n gak jadi dateng di hari pertama, tapi ane masih bisa dateng pada hari ke dua. nih tepatnya di hari ini. padahal niat berangkat dari rumah tuh pagi, eh ternyata Allah berkehendak lain.. pagi-pagi Hujaaaaannnnn.. yasudah ana nunggu tuh di depan tv niatnya sih sambil nungguin abi balik dari masjid(katanya abi mau nganter ke icnya). eh malah ketiduran.. haha ya jadilah ane berangkat jam 9.an kalo gak salah dengan diantar abi naek motor(cekiiww romantisnya...apa coba??-___-)... itu juga masih agak gerimis gitu. eh sampe ic rok ane setengahnya udah basah kuyup kena cipratan air hujan dari mana tau tuh...ckckck astaghfirullah. nasib dah.

sampe di ic, ane langsung deh tuh ke aulanya.. mau liat saman..hehe
eh waktu ane masuk-----> yaelah udah setengah jalan nih bagian akhwat dr cm.ckckck telat deh ane.--"

ya udah deh ane pd aje deh jalan n ngacungin tangan waktu anay sms ane ada dimana. eh dy udah di barisan depan tuh... yaudah ana samperin deh tuh ke sana. eh baru ana sampe, tiba2 si ayustia damayanti narik tangan ana sambil bilang"ti, anterin ana yuk, temenin ana cari objek gambar nih, ana belom dapet satupun..." ya udahlah tanpa babibu lagi ane temenin itu bocah ke sana ke mari melintasi gunung, sawah lautan, eh enggak deh boong..hehe ya cuma nemenin dy di sekitar ic aja sih...

eh waktu ana bolak balik keluar masuk aula untuk yang kesekian kalinya ana papasan...sama siapa?? tentunya sama teman ana dong. yang namanya Ahmad Wali Radhi. hehe. tapi yaudah cuma papasan doang kan.hehe ane lanjut aja jalan ke tempat anay n keluar lagi dari aula(emang kurang kerjaan yee gikutin ayus doang-_-)

akhirnya si ayus nemuin gurunya alias si Adiessya Prameswara Prasadana ya si ayus minta diajarin buat moto gitu deh sama si adis.. akhirnya ana terbebaskan dari keharusan nemenin itu bocah..hehe enggak apa2 sih kalo ana sm dy juga kan jadi malah ada temen.hehe

nah pada saat ana udah sendiri itu waktu ana mau balik lagi ke aula, eh gak sengaja ana liat ada wali di depan..ckckck waduh ana males nih, bingung mau ngomo0ng apaannya itu yang bikin bingung. eh bener kan. tiba2 tanpa niat(mungkin) dr dianya. dia ada di depan ana. jadi ana secara tidak disengaja terhalangi mau masuk aula.
yaudah tapi dia kayak mau ngajakin ngobrol tapi koq di tengah jalan yakk??-__-

yadah dia nyapa ana pada akhirnya...hehe seneng sih...makasih ya wali udah mau nyapa ana..:) tapi maaf yah, tadi langsung ana tinggal masuk ke dalam aula, soalnya ana dipanggil temen ana..^_^
yaudah kita lanjutkan cerita..
ane masih bolak balik aja ke aula-masjid-stand makanan. begitu bolak balik.hehe
kan masih ada abi tuh di masjid...eh abi ngebeliin ane kerak telor..hehe untuk pertama kalinya dalam hidup ana nyobain makanan yang namanya kerak telor,hehe. hmm ternyata ana kekenyangan duluan jadi tuh kerak telor gak abis ana makan. n jadinya diabisin sama abi. ana iseng liat ke dalem masjid eh ternyata ada temen ana wali..hehe kayaknya sibuk banget deh...
ane muter muter lagi tuh sampe ketemu anak saman yg udh selesai tampil n mau menuju masjid utk foto-foto.y udh ane jd bertugas motoin dah..hehe kan kebetulan ana bw kamera. si ayus juga udah dapet tuh katanya ftonya..nina juga.. eh iya kayaknya tadi nina ngasih foto yang objeknya tuh ana deh..hadooh ribet ya tuh anak. nih foto ana yang kayaknya dia ajuin buat lomba foto rally




hmm lumayan sih, yaiyalah emang si nina mah bakat..hehe. oh iya lanjut ke cerita. setelah sholat dzuhur, abi memutuskan untuk pulang duluan, katanya sih mau tidur udah ngantuk banget katanya.. yaudah ane juga melanjutkan pengembaraan ane di ic haha(lebay).
udah capek dan anak saman juga udah pada mau pulang, ana n anay menunggu abinya anay untuk menjemput kita... kita masih menunggu. ngobrol sama beti juga yang sambil makan pempek. lanjut ane merhatiin orang itu aja.. hehe dari tadi celingukan. mungkin terlalu sibuk. kasian. tadi sempet papasan lagi sih, tapi cuma sebentar n wali cuma ngenalin temennya ke ana. itu juga sebentar banget banget deh.. hehe gak apa deh.:)

akhirnya ane n any pindah tempat duduk. kita pindah tepat di depan dati tempatnya wali. eh si adis nebeng duduk bareng kita gak lama setelah itu. eh ana ngiseng sms ke dia. gak muhim juga sih isi smsnya. tapi gak tau dy jd keluar lagi kayaknya dari asrama setelah ana gak liat dia lagi mondar mandir belum lama sebelum ana pindah tempat duduk. ah enggak tau karena gak enak atau apa, dia keluar tuh. melewati posisi ana. si anay udah lebay banget deh daritadi "tuh kan khau, celingukan tuh anaknya" "ya udah biarin aja, mungkin dia lagi sibuk banget..."
tapi tiba-tiba orang itu menuju ke arah tempan ana, anay n adis duduk, dan benarlah dia ngambil bangku dari tempat lain n duduk tepat di depan ana(diantara meja)
kaget banget dah ana... ya enggak ngira aja dia berani untuk gabung . kan anak cm semua tuh...
ya udah ana memperkenalkan dia ke temen-temen ana. eh si nina, kristi n ayus ngegodaiin aja dari arah depan ana.. kyaknya lebay banget ngeliat ana punya temen anak ic..-__-
ya udah dia ngajak ngobrol n nanya ini itu, sesekali gantian juga sih. tapi ana kebanyakan sih diem(gak tau perasaan ana doang apa emang ana diem) abisnya bingung mau ngomong apa kan.
yaudah lah akhirnya abinya anai dateng n ane pun pamit sama wali mau pulang.
huu, makasih yah, udah menyempatkan waktu untuk bercakap sejenak...ana sangat senang sekali... :)


Yaa Rabb
peliharalah cinta kami.
jadikanlah rasa ini karenaMu.
berikanlah dalam ukhuwah ini semangat untuk berjihad di jalanMu.
berilah kesabaran untuk kami dalam menjalani ukhuwah ini.
cukuplah Engkau yang menaungi cinta kami...
TANGISKU PECAH
by Khaulah Naqiyyah Farhana on Monday, December 20, 2010 at 10:13pm

Tangis, tangis, tangis,
Pecah, pecah, pecah,
Tangis dari tempat yang sama
Tak adakah pembelajaran?
Ingin rasanya tersenyum lepas
Memandang orang yang terharap
Aku, atau dia yang terubah?
Aku mungkin tak lagi ada
Tak ada waktu mungkin
Hingga kau mencoba
Tuk jauhi harapan
Cakap tak lagi sempat
Ketika datang,
Membawa tangisku
Begitukah diriku?
Hingga terucap sudah
Sesuatu biasa
Kau yang tak biasa.
Bercakap senandung
Jatuh untukmu
Tapi lalu
Kau ucap jua
Senandung lepas diriku.
Menunggu di tempat yang sama
Menunggu yang terbiasa terduduk di tempat itu.
Saat lisan ingin berucap,
Ada rasa tak tergapai disana.
Sakitkah?
Mengapa harus berdetak cepat?
Hingga menahan lisan berucap.
The last night with my ex roommate

201210

MASQOD

A Forgotten Boy of Mine...^_^

020212
Lail
Hari ini ana baru ngeh sama postingan blognya bang mushab sesaat sebelum ane masuk cm. Wow, amazing..hahaha.ternyata emang bener yah,, cinta kepada saudara itu lebih besar daibanding sama cintaa apapun, terkecuali cinta ortu yah, khususnya ibu. Awalnya sih ana tahu ini dari google. Kan ane ketik nama ane di search, eh ada yg keluar di google.nya dari alamatnya blog alakh mushab. Judulnya itu ‘a forgotten girl of mine’ haha terkesan negatif gimana gitu..tapi dari situlah ana sangat percaya bahwa abang ana kakak2 ana semua sayang sama ana...




29-01-12
Assalamualaikum
Hmm udah berapa lama yah ana gak nulis di laptop lagi??gak taudeh.
Eh reader, ana baru sampe nih di kamar 201 abis selesai, baru balik dari lomba ekonomi sama agung n irham, ditemani anak mipa asma, yayu n dwi.. hadooh ada kejadian memalukan waktu tadi di bus. Ana ketiduran sampe nyender di pundak orang asing...tiiidakkk itu sangat memalukan mana kata asma ana susah banget dibanguninnya lagi..huuaaa malu banget ana. Pules banget kali yah ana.. sampe pada akhirnya agung yang ngebangunin ana dengan cara narik tas ana dan akhirnya ana bangun..hahahaha malu amat ana...oh oya, ana juga mau cerita tentang kejadian2 waktu lomba. Dari cm kita balik sekitar jam 2an, n kita nyampe cikokol sekitar jam setengah 6 sore. Ya dilanjutin deh naek angkot b02 yang warnanya kuning ijo itu loh yang dulusering ane naekin kalo mau jemput adek ane faza. Eh waktu di angkot di perempatan lampu merah cikokol ane ngeliat abi ane lg mau ngajar ke stais asta kayaknya deh cz waktu angkot yang ane naekin belok, abi ikut belok juga. Hee ana jadi kangen masa2 sd dulu. Masa puncak kejayaan prestasi bagi ana..yang selalu memotivasikan ana untuk selalu bersemangat dengan berusaha memberikan yang terbaik dalam belajar... tuh kan ana jadi keinget sama mr.jenius si jafar. Sambil ngeliat jalan masuk royal 3.
Alhamdulillah akhirnya nyampe dirumah asma sekitar jam setengah 8 kurang. Langsung pada duduk bertekuk kecapean kali yak semuanya. Termasuk ana... abis itu ana masuk ke kamar asma, sama yayu juga, asma mandi perrtama tuh, disusul sama ana, terus yayu. Abis mandi, kita makan tuh alhamdulillah suguhannya ayam bakar euy...laziz jiddan... Dilanjutkan sama ane n irham ngeprint tuh dan pada akhirnya ana baru bisa tidur sekitar jam 12 lewat seperapat.
Bangun ane jam 5 lewat 15. Abis itu langsung mandi n makan . kita baca doa keselamatan n kelancaran sebelum berangkat. Dan akhirnya kita berangkat dengan mobil pinjeman ummu asma... kita sampe jam 8 pas ato kurang gitu, ane lupa tapi kayaknya kita peserta pertama deh yang dateng... akhirnya kita negrjain soal2 .selama kita berkutat dengan soal2, ana terus kepikiran tentang lolos atao enggaknya. Yah, bismillah aja deh ana mah. Sampe selesai ternyata juri tak menyebutkan kelompok ekonomi ana. Ini bertanda kalo ana gak masuk penyisihan. Huuuaaa rasanya udah mau nangis aja.. tapi sebenernya ana sih emang udah ikhlas. insyaAllah ana bisa nerima keputusan jurinya. Tapi ternyata mipa lolos dan berhak maju ke babak semifinal. Melawan 2 tim sman 1 tangerang, al-azhar, dll