Tahu

Baru saja terbaca,
secara tidak sengaja.
Semoga Allah memudahkan setiap jalannya. Aamiin

Daily

Ada seorang teman
Norma namanya
Biasa saja pada mulanya.
Hingga tiga hari berganti
Ukhuwah mulai berputik
Hangat juga merengkuh
Namun tidak malam ini
Hafalan telah disetorkan
Apa? Bukan senyum yang tiba
Hanya isak tertahan.
Ada apa?
Apa?
Masalah apa?
Kau boleh berbagi kisah denganku.

Kedatangan di tempat ini memang yang sangat ditunggu-tunggu. Meski aku tahu jalan seperti apa ini. Meski aku tidak pernah berhenti untuk mengucapkan ‘meski’ ‘meski’ yang lain pada Allah.
Apa yang akan kamu lakukan saat melihat seorang teman menangis?
Ah,
Aku ingin memeluknya, merangkul dan menemaninya hingga ia tidak akan pernah merasa ‘tidak punya siapa-siapa’. Tapi, apa aku punya cermin? Siapa aku? Sebuah emas di hamparan mutiara? Bahkan warnanya saja belum bisa menandingi kilauan mutiara itu, Khau.. Saat kamu ingin bersanding dan berkumpul dengan mutiara, berusahalah untuk menjadi mutiara juga. Asah dan terus jaga dirimu sehingga engkau akan menjadi bernilai. Bernilai bukan hanya dari isi yang terkandung, tapi dari seberapa besar perjuangan tawakkalmu untuk menjadi bernilai.

Jendela Hati

Saujana-Jendela Hati

Aku ingin hidup secerah mentari
Yang menyinar di kamar hatiku
Aku ingin sering kicauan burung
Yang terdengar di jendela kehidupan


Aku ingin segala-galanya damai
Penuh mesra membuah ceria
Aku ingin menghapus duka dan lara
Mengubat rindu di dalam dada


Sedamai pantai yang memutih
Sebersih titisan embunan pagi
Dan ukhuwwah ini pasti berputik
Menghiasi taman kasih yang harmoni


Seharum kasturi seindah pelangi
Segalanya bermula di hati
Seharum kasturi seindah pelangi
Segalanya bermula di sini

Aku ingin.

Aku ingin dekat
Selalu saja surat-Mu membuatku tertarik
Saat senggang, terkadang ia jadi penawar
Pelipur batinku dalam bersemangat
Sudah terlanjur dalam rasa

Terkadang, apa yang kita ingin lakukan dapat menjadi hambatan dari keinginan lain. Hanya Allah yang dapat menumbuhkan kesadaran diri yang haqiqi. Bertekad untuk kebaikan diri, tentunya harus dimulai dari sekarang.
Aku ingin
aku ingin.
aku ingin..
aku ingin...

aku

Ingin bisa menjadi muslimah terbaikMu.
Aamiin.InsyaAllah


Ternyata bukan "Hard" tapi, "Hurt" --a

Silence...

there is no word I can say to you
I close my eyes
try to forget all the things about you
But its like to difficult
But its like just unusefull things

I feel to hard i feel to hurt
When I have to say good bye to you
It is too sweet to be with you
But I have to say good bye to you


Silence...
there is no word I can say to you
I close my eyes
try to forget all the things about you

I feel to hard i feel to hurt
When I have to say good bye to you
It is too sweet to be with you
But I have to say good bye to you

I believe, I believe you know
Why we choose this way
Cause Allah...

I feel to hard i feel to hurt
When I have to say good bye to you
It is too sweet to be with you
But I have to say good bye to you

I feel to hard i feel to hurt
When I have to say good bye to you
It is too sweet to be with you
But I have to say good bye to you

Berharap Dia Kembali

Pagi ini aku telah siap untuk berangkat ke kampus. Alhamdulillah pagi ini lebih lancar dan teratur dalam urusan waktu. Meskipun kemarin sempat dikejar deadline laporan, tapi Alhamdulillah masih sempat terkejar. Tapi tugas masih ada satu, yaitu makalah mpkt a. Aku ingin menyelesaikannya malam ini, tapi sudah terlanjur meminta nginep di kosan indah. Haha rindu sekali rasanya tidur bersebelahan dengan orang. Seperti sewaktu di asrama dulu. Meskipun kerinduan akan rumah yang kurasakan kemarin-kemarin sudah berkurang, namun ternyata masih ada yang menganjal hatiku. Dan sepertinya aku tahu apa itu.
            Masih aku ingat kejadian hari kemarin. Ah, perasaan apa itu? Seperti ketakutan. Seram sekali rasanya saat berada di posisi itu. Menggoyahkan iman, memaksa untuk mendekati maksiat. Astaghfirullah. Entahlah, aku tidak ingin terjebak soal yang satu itu. Sudah cukup pengetahuan dan rasa sakit atas kehilangan. Betapa banyak kawan-kawanku yang lepas dari pegangannya? Dan aku pun tidak ingin terlepas atas pegangan dan tuntunan Allah. Sudah lebih dari cukup cinta atas ukhuwah yang indah ini. Allah selalu mencukupkan rizki hambanya, hanya saja tidak semua hamba merasa cukup.
            Sedih saat engkau mendengar ada kawanmu yang mulai berubah. Sedih karena berarti engkau belum bisa menjadi teman yang dapat membantu menuntunnya kepada kebaikan. Sedih karena ternyata ukhuwah itu belum sekuat yang kau bayangkan. Sedih karena ternyata kau belum bisa mencintai saudaramu seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Dan itu berarti harus ada yang diintrospeksi dari diri ini. apa yang salah? Bagaimana solusi yang seharusnya dilakukan? Dan bagaimana engkau memenejemen hatimu kembali atas perginya seorang kawan?
            Sungguh, aku hanya bisa berdoa. Berdoa agar engkau mendapatkan jalan yang terbaik. Bukan jalan yang mengantarkanmu kepada kemaksiatan. Bukan pada jalan yang dapat menumbuhkan bunga-bunga atas pujiannya. Bukan.

Aku hanya ingin agar engkau mengerti, shalihat.. bahwa bukan jalan seperti itu yang mengantarkan kita kepada syurga. Mengapa tidak engkau lanjutkan saja berjalan bersamaku dan meniti jalan perjuangan ini hingga usai???