Sekelebat Ingatan

     Hari ini, seorang anak laki-laki tidak hadir di sekolah. Waktu telah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang selalu anak perempuan itu tunggu. Bukan karena mengerti betapa mulianya bulan ini, tapi karena berarti pada bulan ini akan lebih awal pulang sekolah~ betapa polosnya. Tapi pagi ini, anak itu terkejut! partner belajarnya tidak ada di kursinya. Anak laki-laki yang duduk di samping kursinya hari ini tidak datang. Entahlah ada apa. Memang seingatnya, kemarin anak lelaki itu mengatakan tidak akan masuk sekolah hari ini. Namun ia tidak berani menanyakan alasannya. Pelajaran dimulai~

     Kegiatan belajar mengajar berjalan lancar seperti biasa. Anak perempuan itu juga sudah lupa pada pikirannya tadi pagi. Pelajaran ipa sekarang, wali kelasnya yang mengajar. Ia amat serius menyimak, dan tiba-tiba gurunya itu berkata
     " Oh iya, si fulan sudah izin ke ibu. Katanya ia ikut audisi pildacil di Jakarta, jadi hari ini tidak bisa datang ke sekolah~"

     Terjawab sudah pertanyaan dalam benaknya pagi tadi :D
     Alhamdulillah~

note: Kamu tidak tahu orang lain sudah menganggapmu sebagai penginspirasi.

Tentang Kesadaran~

Random, 
ringanmu tetap mengusik
pada sekilas pita yang kekal
tetap, masih mengalun

Masa,
tentang empat puluh bulan yang tersia
juga pudar ketergantungan 
di sini, aku berhenti

Misi,
tentu melodi kian berdetak
langkah abu dalam sepekan
mampu tegakkan cita

Kini,
kamu terlihat di kejauhan
bingung mencari pita yang hilang
sampai kapan ingin mencari?

Rindu,
baru tersadar rasa menuju
setiba di pengertian suatu rahasia
kita, berlalu...