Seminggu lalu.

26 Desember

"yuk,bersama-sama memantaskan diri :D" ("Impian seorang muslimah bukan bertemu idolanya, tapi bertemu & bercengkrama dengan para penghuni surganya Allah. Yuk pantaskan diri :)" VVY )

"Masa muda usiaku kini.Warna hidup tinggal kupilih.Namun aku telah putuskan,hidup di atas kebenaran.
Masa muda penuh karya untukmu Tuhan,yang aku persembahkan sebagai insan beriman. #yeaahmasamuda"

"Kini,jelas tiap langkahku.Illahi jadi tujuanku.Apapun yang aku lakukan,islam selalu jadi pegangan. ^^9 #hayatiikulluhaLillah"

27 Desember

"Dan, begitulah adanya. Maaf telah banyak mengecewakan. Semoga semangat ini selalu tersemat. #HayatiikulluhaLillah"

28 Desember

"I will do my best! InsyaaAllah."

"Untuk ZN.Kutemukan (lagi) cinta itu melalui dirimu. Terima kasih yang aku ucapkan tak akan pernah cukup untuk membalasnya. Biarkan air kerohanian ini terus menyuburkan ikatan cinta kita. Aku sungguh mencintaimu."


Gambar ini bisa jadi penyemangat dan pengingat akan Allah :)

Ini dia dua jagoan ummi yang kecil, alias adik ane :D


Barakallah Untuk Akhina Aziz yang menyabet juara 2 di Lomba KEI SECOND :)


Its about my trust ^^9


Ijtihad!!! 











Belajar dari Huruf. Kita

Kita.
Belajar dari huruf.
Hurufmu dan hurufku tentu berbeda.
Berawal dari perbedaan itu kita berbagi.
Dari huruf, kita beralih ke kata.
Bukan, Kau langsung loncat ke kalimat.
Itu setara, pikirku.
Lalu, kita bertemu di serentetan kalimat.
Bersama, merangkainya hingga menjadi satu paragraf.
Entahlah, kini sudah berapa bab cerita terbentuk.
Namun, ini belumlah usai.
Masih banyak kata yang belum kita cantumkan di dalam cerita ini.
Semoga kisah ini tiada akhir.
Jikapun ada akhir, aku akan buat bahagia di akhir.
Aku bersyukur, Allah mempertemukan huruf kita yang berbeda.

Rasa ya?

Hei, bagaimana kabarmu?
Beberapa waktu lalu aku melihat pujangga melintas di hadapan
Ya, sama seperti pagi ini.
Alunan musik yang terdengar juga seperti mengiringiku
Ketika aku melintas, ketiga lainnya beriring. Ada Satu
Diri yang baru menampakkan harapan lagi.
Ingatanku tentang kunjungan yang kesekian kali.
Pohon dan jalan setapak menjauh dari penglihatan
Sorot fokus menjadi menerawang seketika
Ah,
Aku selalu iri dengan mereka
Para sosok hebat dari masa lalu
Masa lalu?
Tentu.
Bukankah setahun kemarin adalah masa lalu?
Hingga perhitungan sekonmu yang telah berlalu juga adalah masa lalu.
Ah ya,
Seorang kawan lama telah datang
Seperti tawaran bagi seorang pecandu.
Ia kemudian membawa pergi harapan tentangnya
Meninggalkan keraguan yang menjadi pucuk
Menyisakan ingatan tentang gambaran diri
Sebuah potret atau siluet ?
Biarlah itu menjadi rahasia.
Rahasia milikku tentang rupamu, kemarin.
Rupa yang diam-diam aku simpan untuk dibuka nanti,

Pada waktunya.