Daily

Ada seorang teman
Norma namanya
Biasa saja pada mulanya.
Hingga tiga hari berganti
Ukhuwah mulai berputik
Hangat juga merengkuh
Namun tidak malam ini
Hafalan telah disetorkan
Apa? Bukan senyum yang tiba
Hanya isak tertahan.
Ada apa?
Apa?
Masalah apa?
Kau boleh berbagi kisah denganku.

Kedatangan di tempat ini memang yang sangat ditunggu-tunggu. Meski aku tahu jalan seperti apa ini. Meski aku tidak pernah berhenti untuk mengucapkan ‘meski’ ‘meski’ yang lain pada Allah.
Apa yang akan kamu lakukan saat melihat seorang teman menangis?
Ah,
Aku ingin memeluknya, merangkul dan menemaninya hingga ia tidak akan pernah merasa ‘tidak punya siapa-siapa’. Tapi, apa aku punya cermin? Siapa aku? Sebuah emas di hamparan mutiara? Bahkan warnanya saja belum bisa menandingi kilauan mutiara itu, Khau.. Saat kamu ingin bersanding dan berkumpul dengan mutiara, berusahalah untuk menjadi mutiara juga. Asah dan terus jaga dirimu sehingga engkau akan menjadi bernilai. Bernilai bukan hanya dari isi yang terkandung, tapi dari seberapa besar perjuangan tawakkalmu untuk menjadi bernilai.

0 komentar:

Posting Komentar