Rumah Qur'an ^_^ dan Selintas Kecewa T_T

     240913

  Terlalu banyak kenangan tentang tanah madani. Ah, indah rasanya masih terasa di sini. Ukhuwah yang terjalin selama tiga tahun terakhir menjadi sebuah saksi bisu atas perjuangan anak-anak manusia. Kerinduan saat I’tikah bersama, menghafal Quran bersama, dan belajar di masjid hingga larut malam. Kisah-kisah klasik tentang cekcok antar anggota angkatan, antara beda angkatan, bahkan hingga cekcok dengan anak kelas sendiri. Kenangan itu justru meninggalkan bekas yang dalam. Keinginan untuk segera bebas dan lulus yang memuncak saat sudah kelas tiga. Kejenuhan dari belajar dan belajar yang dilakukan monoton setiap harinya, kini justru menjadi dilema untuk merasakannya kembali. Rindu sekali rasanya, sungguh. Aku merindukan asma, esti, murni, ina, bepe dan zule saat kita masih berada di cm di saat yang lain menikmati liburan selepas UN. Aku juga merindukan saat-saat masih sibuk menjadi osis, dan pada saat itu justru aku sedang semangat-semangatnya menghafal. Tahukah kawan, rasa itu belum aku temukan di sini. Sedih jika aku mengingat kembali masa itu. Kita berbuka puasa bersama di depan masjid. Tahajjud bareng-bareng. Saling mengingatkan dan saling mendukung satu sama lain. Rasanya tidak ingin merubah kebiasaan itu. Meski terkesan monoton, tapi itulah yang menjadi keindahan tersendiri.

        Berawal dari seorang senior di kampus, aku berbagi cerita tentang pengalaman-pengalaman sewaktu di cm dulu. Dan entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba kakak senior mengganti topik tentang Rumah Quran. Aku langsung teringat temanku di Solo yang kuliah sambil nyantri juga untuk menghafal. Terbayang juga aziz yang mondok di Jogja. Ah, tahukah kalian, aku sangaaaaaaaaat saaaaangaaaaat iri L. Kalian itu sangat beruntung mendapatkan suasana yang seperti itu. Sangat mendukung untuk menghafal. Aku juga ingin, sangat sangat ingin. Nah, berawal dari keinginan itu, ana jadi berniat untuk daftar menjadi salah satu di antara orang beruntung itu :D ana ingin pindah kost dan tinggal di Rumah Quran. Meskipun ana tahu, belum tentu semangat yang ada saat ini akan terus bertahan sampai nanti. Meskipun ana tahu nanti ana bakalan sibuk untuk menghafal dan besar kemungkinan untuk mudah homesick. Tapi ana merasa rugi jika hidup ana ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk ibadah. Meski ana tahu ujian di depan nanti pasti akan lebih besar. Ana ingin mencoba. Ya, ana ingin mencoba untuk selalu mengutamakan Allah dalam setiap hal. Ana ingin bisa menjadikan Allah sebagai tujuan utama hidup ana di dunia ini.  salah satunya ya dengan cara menghafal. Walau ana lebih suka tilawah dibandingkan menghafal, karena memang jika menghafal dibutuhkan lingkungan yang sudah cocok. Tapi, ana ingin menjadi lebih baik. Walau nantinya akan banyak yang tidak sesuai dengan niat. Tapi, untuk saat ini Alhamdulillah rasa itu muncul. Maka, doakan aku ya kawan agar tetap istiqomah dengan niat suci ini! J bantu aku, ingatkan aku jika futur mulai menghampiri. Karena, aku butuh teman yang dapat menenteramkan jiwa dengan ukhuwah yang indah ini. InsyaAllah. Bismillahirrohmaanirrohimmmm  J J

260913

       Kecewa sekali rasanya hari ini. Salman tidak jadi Gathering, RQ belum ada kamar kosong. dan lagi, homesick tiba-tiba merajai perasaan. Selepas ashar aku pulang. Belum juga sempat hari ini untuk ikut markas sastra. Ah, tubuhku limbung ke kasur seketika. aku ingin rehat sejenak. Belum, masih ada Jum'at, Sabtu, dan juga Minggu untuk melanjutkan. Hari memang masih terus berjalan meski napasmu tetap saja sudah ada waktunya. 

0 komentar:

Posting Komentar