About your experiences


250713

     Waktu masih menunjukkan pukul enam pagi. Tapi aku dan ayah telah berada di atas motor, bersiap berangkat ke Depok. Hari ini waktuku untuk registrasi ulang atas diterimanya aku sebagai calon mahasiswa baru Universitas Indonesia. Selama perjalanan menuju Depok, tak dapat kuuraikan rasa yang berkecambuk di dada ini. Entahlah, ini masih seperti mimpi! Universitas yang beberapa minggu lalu aku pikir tidak akan pernah menjadi tempatku menimba ilmu, kini tak lama lagi akan menjadi tempat di mana aku melanjutkan kisahku.
     Universitas Indonesia, sebuah kampus impian yang “katanya” telah menancapkan “blacklist”nya pada sekolahku, membuat harapan atas ribuan mimpi-mimpi penghuni madani yang sudah terlanjur mengawang di angkasa runtuh begitu saja ke bumi, kembali menjadi nol. Semua ‘terpaksa’ menata kembali hati, mental dan cita yang telah lama dibangun di dunia impian.  Dan membuat mereka memulai kembali doa-doa atas harapan yang baru saja tergantikan begitu saja. Aku tahu bagaimana rasanya jika kau harus dengan begitu saja menyerah pada kenyataan, bukan berputus asa, “kau hanya berpikir realistis” begitu katanya. Dengan tanpa kesoktahuanku, aku bisa menyadari kebimbangan yang masih menjadi bayang atas pilihan yang akan dipilih nantinya setelah ini.
    Dari belasan kawan sejawat yang awalnya kukira akan berjuang bersama kembali, ternyata hanya tersisa tiga insan, itupun sudah termasuk aku. Betapa mereka mudah mengganti rencana awal yang nyaris matang. Tentu bisa! Ada satu hal yang aku tidak miliki, sedang mereka memiliki itu. Sebuah izin. Aku tidak bisa mendapatkan izin itu, bahkan hingga aku menguji diriku di ujian tes masuk universitas terakhir.
    Tapi siapa mengira? Aku yang bahkan nyaris melepas mimpiku, dengan segala kehendakNya memudahkanku dan memantapkan hatiku untuk terus berjuang mempertahankan mimpi dan impian yang sudah kepalang tanggung terbangun. Ya, Universitas Indonesia insyaAllah adalah tempat di mana aku akan melanjutkan kisahku ini. Aku yakin, sesulit apapun masalah yang nantinya ku hadapi, aku bisa menghadapinya. Karena sejatinya aku tidaklah pernah sendiri. Ada Allah yang Maha Pengasih yang selalu setia mendengar bait-bait doa dan keluh kesah hambaNya yang lemah ini.

Alhamdulillah :)
GANBAREBA DEKIRU! 


OBM (Orientasi Belajar Mahasiswa)
270713

     Hari pertama OBM. Setelah sejak dua hari lalu aku tinggal di kost-an, ada rasa yang aneh. Tiba-tiba saja wajah anak-anak Cathanofta terbayang lagi di sini, di pikiran ini. Ah, rindu sekali rasanya bercerita dengan mereka yang satu pikiran denganmu. Kamu bisa dengan bebasnya dan leluasa menjadi dirimu apa adanya. Obm hari ini kedapatan kelas di FISIP, H303. Dan ternyata, aku salah kelas T_T malu sekali rasanya. Seharusnya aku berada di FKM dengan materi IT-CML, dan bukan LS (Learning Skill) di FISIP. Di IT-CML ini, camaba diberitahu website-website yang berhubungan dengan akademik, antara lain adalah SIAK NG, Weblog, Webmail, dan lain-lain. Juga diberi tahu tentang website kemahasiswaan yang berisi beasiswa, jurnal, perpus, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kegiatan ini cukup memakan banyak waktu setiap harinya selama 6 hari berturut-turut, yaitu dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.00 sore.


100813

Tiba-tiba teringat catatan teman.

     “Karena hati ini bukan untuk pemberi harapan palsu. Hati ini bukan untuk dikotori dengan perasaan bunga-bunga hanya karena melihat senyumnya, atau pesona otaknya atau candanya. Ah hati. Maha Besar Allah yang membolak-balikkan hati manusia. Semoga saja ketika futur, Allah segera mengembalikan hati kita ke arah yang baik, dan ana butuh teman seperti antum, agar hati ana cepat kembali dari sesatnya.” Asma Azizah
     “Allah punya rencana terbaik. Rencana paling baik di atas rencana manusia. Dan 1 hal yang pasti, rencana Allah selalu paling indah. Mungkin keindahannya belum sampai di hati ketika yang kita hadapi adalah kegagalan. Tapi coba bersabar. Ulur sedikit… dan kamu bisa rasakan keindahan rencanaNya
Ps:syarat dan ketentuan berlaku
Nb:kalau antum bersyukur  “ Asma Azizah

      “Bahagia itu… ketika Allah masih menghadirkan nikmat syukur di diri kita atas segala pemberianNya. Sekecil apapun.” Asma Azizah

      “Perasaan itu seperti mutiara, kebanyakan mereka tak pernah naik ke permukaan. Hanya di dasar laut yang sunyi. Jika ia dipamer-pamerkan ke mana-mana, kilaunya akan menghilang dan akhirnya hanya menjadi batu bundar yang hambar. Jagalah ia dengan penjagaan yang optiman, maka ia akan menjadi mutiara yang kilaunya memukau, terpatri di sanubari.” Gianluigi G.M


Astafikum alfan alfin istifafan. Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin 

Khaulah & Fam

0 komentar:

Posting Komentar