Karena aku,,,,tak akan menyerah......!!!!!!!!!!!

PUPUS ............

Mungkin itu kata yang tepat untukku yang saat ini sudah kehilangan semangat hidup karena salah menilai dan mengartikan sesuatu yang mungkin belum kumengerti artinya....

CINTA ............

Kata dan ikatan yang sebagian orang anggap merupakan sesuatu yang sakral dan suci... namun tidak bagiku... cinta, hanya membawa kesengsaraan. Memberikan yang terbaik dalam cinta hanyalah kalimat yang keluar dari orang yang sedang dimabuk asmara!!!!!



**********




Aku terdiam tatkala melihat seseorang yang berdiri di hadapanku ini membantuku merapikan buku-buku yang berserakan di perpustakaan yang selalu penat oleh pengunjung. Tak kusadari, dia menangkap pandangan anehku padanya.



“Ukhti, ada apa? Kok melamun seperti itu?” , dia bertanya sambil terus melihat wajahku yang kemudian berubah menjadi salah tingkah karena malu.

“Oh, tidak ada apa-apa Akhi, hanya mengingat sesuatu..” , jawabku mulai tidak fokus dengan pekerjaanku.



Itulah awal perkenalanku dengan seorang ikhwan yang kemudian menjadi pengisi hati kosongku. Tuturnya yang sopan, sikapnya yang santun, sungguh tak kupungkiri, aku menyukainya. Tapi ada yang aneh dan tidak biasa yang kurasakan ini. Tidak seperti rasa kagumku pada orang hebat ataupun rasa kagumku pada apapun.



**********



Hmm,,liburan tahun ini tidak ada kejadian yang seru. Aku hanya berlibur ke rumah nenekku di Yogyakarta. Dan tidak melakukan aktifitas apapun selain tidur,makan,membaca novel. Aku jengah. Bosan dengan suasana rumah nenek. Saat itu, sepupu perempuanku masuk ke dalam kamarku. Dan dia mengajakku ke rumah seorang bibi yang katanya masih saudara jauhku. Aku putuskan ikut dengannya, setelah kupikir-pikir lebih baik aku keluar dan melakukan suatu aktifitas.



Selepas ashar kami tiba di rumah bibi. Kami dipersilakannya masuk lalu kemudian duduk. Setelah mempersilakan duduk,bibi itu masuk ke dalam untuk membuatkan minuman. Ketika menunggu, otakku terus berpikir dan tak mau berhenti mencari tahu. Ya, sepertinya aku pernah melihat wajah bibi itu. Tapi di mana? Aku lupa.



“Oh, ini saingan anak kita, adik,kenal dengan anak kami tidak?dia sering cerita loh,ke kami tentang kamu. Tidak sangka bisa bertemu di sini yah..”



Apa????siapa maksud mereka ini??temanku yang mana????dan satu yang membuatku heran..mereka menyebutku sebagai saingan anak mereka....saingan dalam hal apa?????huh,,aku bersungut dalam hati,memaki sesorang, tepatnya anak mereka yang belum jelas dan belum kuketahui siapa sebenarnya dia.



**********



Hmmmm,,apa maksudnya yang tadi itu???Rasyid..... ya, ini semua karena dia.! Aku benci orang itu.! Seenaknya saja. Masih terngiang juga di telingaku kalimat mereka semua.



“Ini adik yang pernah saingan dengan Rasyid ya?yang waktu SMA satu sekolah dengan Rasyid kan? Oia, Rasyid sering cerita loh ke kami tentang keseharian adik di kelas....”



Apa-apaan itu????? Memangnya dia pikir aku ini akhwat yang seperti apa??? Apa dia menjadi besar kepala karena pertemuan pertama itu?? Huh, menyebalkan sekali. Memangnya apa yang dia ceritakan pada mereka semua tentangku?? Mengapa semua jadi seperti ini Rabb????? Apa yang sebenarnya ia inginkan? Perhatianku kah? Atau rasa tidak peduli dariku? Jika memang ia bermaksud mendekatiku, mengapa dengan cara seperti ini? Bukankah dia seorang yang mengerti? Huh, aku semakin tak mengerti semua ini...Astaghrifullah…..mengapa aku sampai mengumpat seperti ini?Astaghfirullah.mungkin aku harus introspeksi diri. Mungkin aku pernah melakukan kesalahan padanya.



“tuit,tuit,tuit..” , bunyi itu seketika mengacaukan pikiranku yang saat itu sedang kalap. Ternyata bunyi tersebut berasal dari ponselku. Hm, mungkin ada pesan. Tanpa aba-aba lagi, kubuka ponselku setelah kumasukkan password terlebih dahulu. Dan kubaca pesan itu, oh dari Randi, temanku di LKM. Ada apa dia tiba-tiba mengirimiku pesan? Sangat aneh.....



Assalamu’alaikum..

Ini ana, Randi.. ada acara iftor jama’I sore nie bagi anak LKM. Kumpul di depan GOR Pasar Raya jam 4 sore.info,hub. Dito/Annika.



Langsung saja kubalas pesan itu…



Wa’alaikumsalam…

Oh,Randi…insyaAllah deh yah…cz ana takut ada acara..nanti ana hubungi anta lagi deh yah klo ana bisa.oce.oia,syapa aja yang ikut?



Tak terlalu lama,ada balasan darinya.



Hmm,,yang ikut itu Ditto,Annika,Intana,Fardhan,Azhar,,dll. Pokoknya banyak deh yang ikut. Anti ikut aja,.oke.nanti klo jadi, hubungi ana aja..

Wassalam.



Kubalas lagi pesan itu…



ok.thx infonya yak.

Wa’alaikumslm.



Kututup ponselku…yah,,lumayanlah untuk menghibur diri, mungkin aku berniat untuk bergabung dalam acara itu. Meskipun masih teringat kejadian tak mengenakkan itu. Hmm,,sudahlah. Kuputuskan untuk tidur saat itu juga untuk menenangkan pikiranku.



**********



Pagi ini, aku sengaja bangun siang, setelahnya semalam aku sholat tahajjud dan mencurahkan seluruh perasaanku pada Allah. Aku baru sampai kampus tepat sebelum dosenku masuk ruang kelas. Tak ingin rasanya wajahku, melihat ke kursi belakang memandang seseorang yang duduk tepat di belakangku yang tanpa kusadari tengah memandangku.



Habis jam kuliah, kuputuskan menemani temanku meminjam buku di perpustakaan terlebih dahulu. Saatku tengah membaca sebuah buku fiqh marah assholihah, seseorang mendatangiku. Seseorang itu adalah dia yang duduk di kursi belakangku. Tanpa basa-basi, dia langsung memberiku sebuah surat. Setelah memberiku surat, dia langsung pamit pulang. Entah mengapa ada sedikit rasa yang tak kuketahui apa itu…. Tapi tetap kulanjutkan saja kegiatan membacaku.



“Assalamu’alaikum…ummi,,mba pulang…..” .seruku spontan saat memasuki rumahku yang terlihat sepi, seperti biasanya. Pasti ummi, dan abi masih mengajar di sekolah. Sedangkan kedua adikku sekolah di tempat yang berbeda. Lama ku mencari, ternyata memang mereka semua memang belum pulang. Kurasakan perutku mulai bereaksi. Kuputuskan untuk mencari makanan kecil di dalam kulkas untuk sekedar mengganjal perut. Saat itu, tiba-tiba aku ingat dengan surat darinya. Mungkin harus segera kubaca. Karena aku merasa surat itu akan membutuhkan balasan.



Assalamu’alaikum Wr. Wb

Afwan sebelumnya jika ukhti kaget ana memberikan surat ini tiba-tiba. Tapi ada satu hal yang ana ingin ukhti ketahui.......

Ukhuwah kita kan menjadi kokoh manakala ada rasa cinta mencintai karena Allah untuk mendapatkan ketakwaan kepadaNya. Mencintai itu bagaimana kita bisa perhatian dalam penumbuhan pribadi dengan memberikan segala sarana dalam penumbuhannya. Merawat dalam segala aktifitasnya dan melindunginya dengan keberanian yang nyata. Cinta itu berawal dan berakhir pada Allah. Maka, cinta kita kepada makhluk merupakan pengejawatahan cinta kita kepada Allah untuk mencerminkan kebenaran…

Uhibbuki fillah yaa ukhti….



Semoga ukhti dapat mengerti maksud surat ana ini…

Maafkan jika ana pernah menyakiti hati ukhti. Sesungguhnya ana tidak menginginkan hal itu terjadi. Mungkin hanya itu. Setidaknya ana sudah mengungkapkan seluruh isi hati ana kepada ukhti. Ana harap kita bisa menjalin ukhuwah ini dalam hubungan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah. insyaAllah..



Wassalamu’alaikum Wr. Wb



Rasyid Nursyahid





Ada air hangat yang kuketahui asalnya itu. meskipun aku tahu, dalam surat itu,dia mengutip kata-kata salah satu penulis dalam sebuah cerpen..... Maafkan aku….Rasyid, aku memang terlalu berlebih dan terlalu sakit hati atas tindakanmu yang lalu. Hanya karena dulu kita menjadi saingan dalam hal pelajaran, sehingga ukhuwah di antara kita menjadi berubah dan tidak kuat seperti dulu. Memang akupun salah. Mengapa dulu aku begitu egois??? Dan membuat semua menjadi salah paham. Ini juga merupakan kesalahanku…maafkan aku Rasyid….



**********



Sudah 3 tahun kejadian itu terlewati. Aku kini menjadi pengajar di sebuah pondok pesantren sambil terus melanjutkan kuliah S2-ku dengan jurusan yang sama yaitu Bahasa Inggris..sedangkan dia melanjutkan kuliah S2-nya dengan jurusan yang berbeda.yaitu Bahasa Arab setelah sebelumnya menyelesaikan S1 Inggris-nya. Ya, memang kami sejak dulu memiliki cita-cita yang sama, yaitu menjadi seorang pengajar. Setelah surat darinya itu, ukhuwah di antara kami kembali baik seperti dulu, bahkan semakin kuat. Dan insyaAllah akan terus berjalan karena satu niat, yaitu mendapatkan ketakwaan kepadaNya. insyaAllah…



Tapi, sebelum sampai waktu itu, aku akan terus belajar dan belajar. Dan aku tak akan pernah menyerah pada keadaan. Bagaimanapun keadaan itu, akan kuhadapi. Karena aku ingin memberikan yang terbaik dalam hidupku. Bukan hanya untukku, tapi juga untuk semua orang yang sudah mendukungku. Begitupun dengan akhi… teruslah belajar, dan berikanlah yang terbaik untuk semua orang. Mungkin sekarang aku bukanlah apa-apa, tapi tunggulah aku setelah saat itu tiba. Uhibbuka fillah......





maaf yah untuk semuanya kalau cerpen ini masih amatiran....hehe^_^

masih belajar....oia,,doain yah semuanya,,,

ana ga tau kenapa, jadi semangat belajar biologi...hmm,,mungkin gra2 debat kemarin tentang penyakit herves....

apalagi waktu itu lagi membahas tentang virus...hehe^_^(aneh yah,,koq belajar virus malah seneng,,,?)



pokoknya,,,ana sangat butuh masukan.....abang ghozi,,,kan anta jago tuh buat puisi,,,kasih kritik yah,,,,^_^

0 komentar:

Posting Komentar