Sepucuk Surat Gak Jelas!!!

Minggu, 27 Juni 2010

Assalamu'alaikum wr.wb

Setelah tanggal 15 Januari itu, kau tidak pernah lagi membalas sapaanku. Kau tidak mengerti betapa tersiksanya aku pada saat itu, melawan batinku sendiri untuk melakukan suatu hal yang mungkin menurutmu itu sangat bodoh.


Apapun perasaanmu padaku, aku mengerti mungkin saat itu kau bingung harus mengatakan apa padaku. Kau yang bingung, kini lebih memilih untuk diam dan menjauhiku seperti ini. Aku tahu, mungkin kau takut menyakitiku. Tapi justru jika kau diam seperti ini akan lebih sakit untukku.


Kini, aku bingung...


Jika memang tak ada perasaan khusus yang kau miliki untukku, aku mungkin akan terima jika kau mengatakan bahwa kau hanya menganggapku sebagai teman. Tapi kau tidak mengatakannya. Yang kau lakukan justru jauh dari itu..



Kau yang diam, seketika menjauhiku. Kau tidak pernah tahu bagaimana perasaanku saat itu hingga sekarang. Aku mengerti, kita memang mungkin masih terlalu muda untuk dapat mengartikan 'cinta' ,tapi bukan berarti rasa yang kumiliki ini justru membuat semuanya menjadi kacau. Kini, untuk sekerdar membalas tegur sapaku pun kau tak bisa... Mengertikah kau? Aku tersiksa...






Jika memang 'diam' menurutmu adalah yang terbaik untukku, kau sangat salah. Karena kini kau tidak pernah memedulikan lagi tegur sapa itu...



Kau yang dulu lebih baik dariku, mulai sekarang harus lebih baik lagi, begitu pun denganku...
Karena 'diam' bukanlah suatu penyelesaian dalam hal ini...

Wassalami'alaikum wr.wb.

0 komentar:

Posting Komentar